
AS capai batas utang, Departemen Keuangan AS ambil ‘tindakan luar biasa’

Foto yang diabadikan pada 19 Maret 2020 ini menunjukkan sejumlah uang kertas dolar AS di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Utang negara Amerika Serikat telah mencapai batas, dan kegagalan dalam menaikkan batas utang dapat menyebabkan kegagalan untuk membayar utang (default) AS, yang dapat menimbulkan bencana ekonomi di seluruh dunia.
Washington, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) mencapai batas utangnya pada Kamis (19/1), mendorong Departemen Keuangan AS untuk mengambil ‘tindakan luar biasa’ guna melanjutkan pendanaan pemerintah federal.Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengumumkan dalam sebuah surat kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Kevin McCarthy bahwa departemennya akan menangguhkan sementara investasi baru dalam beberapa jenis dana pensiun pemerintah mulai Kamis hingga 5 Juni mendatang.Dana pensiun yang dimaksud meliputi Dana Tunjangan Kesehatan Pensiunan Layanan Pos dan beberapa jenis dana pensiun lainnya.Yellen mengatakan tindakan semacam itu memungkinkan pemerintah federal untuk menyelesaikan kewajiban pembayarannya hingga Juni.Pada saat yang sama, Yellen mengatakan akan ada "ketidakpastian yang cukup signifikan" yang mengiringi tindakan tersebut jika Kongres tidak meloloskan undang-undang yang akan menaikkan batas utang negara yang berada di angka 31,4 triliun dolar AS.Menurut Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS, anggota parlemen AS telah menaikkan batas utang negara sebanyak 22 kali sejak 1997.Partai Republik, yang saat ini menguasai DPR dengan margin tipis, ingin menghubungkan undang-undang peningkatan utang dengan pengurangan belanja. Gagasan itu muncul ketika pemerintah AS telah menghabiskan begitu banyak dana hingga memicu inflasi terburuk dalam empat dekade.Banyak ekonom mengecam rancangan undang-undang (RUU) omnibus senilai 1,7 triliun dolar AS yang baru-baru ini diloloskan itu karena sarat dengan pengeluaran yang sembrono.Gedung Putih mengatakan tidak akan berkompromi dalam hal menaikkan batas utang negara.Kegagalan dalam menaikkan batas utang dapat menyebabkan kegagalan untuk membayar utang (default) AS, yang dapat menimbulkan bencana ekonomi di seluruh dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi Guizhou di China akan investasikan 20 miliar yuan di sektor mahadata
Indonesia
•
14 Feb 2023

Inflasi Oktober 2022 lebih rendah dari prakiraan awal
Indonesia
•
01 Nov 2022

Kanada akan danai produksi bahan baterai untuk kendaraan listrik Ford
Indonesia
•
22 Aug 2023

Air New Zealand peringatkan tekanan laba akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat
Indonesia
•
11 Mar 2026


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
