
Sejumlah ahli sebut risiko epidemi mpox di Eropa rendah meski terdapat varian baru

Foto yang diabadikan pada 8 Desember 2022 ini menunjukkan tampilan eksterior kantor pusat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC) di Stockholm, Swedia. (Xinhua/Wei Xuechao)
Varian mpox Clade I saat ini memiliki risiko rendah untuk menjadi epidemi besar, tidak seperti masa-masa awal COVID-19 pada 2019.
Helsinki, Finlandia (Xinhua/Indonesia Window) – Eropa berpotensi mencatatkan lebih banyak kasus impor mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet (monkeypox), yang disebabkan oleh virus Clade I yang saat ini sedang merebak di Afrika, tetapi kemungkinan penularan yang berkelanjutan di Eropa masih sangat rendah, menurut asesmen terbaru yang dirilis pada Jumat (16/8) oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC).Pada Kamis (15/8), otoritas kesehatan Swedia mengonfirmasi kasus pertama mpox Clade I di Swedia. Ini juga merupakan kasus pertama yang disebabkan oleh Clade I yang terdiagnosis di luar benua Afrika, menurut Badan Kesehatan Masyarakat Swedia.Namun, Kepala Epidemiologi Badan Kesehatan Masyarakat Swedia Magnus Gisslen meyakinkan publik bahwa varian mpox Clade I saat ini memiliki risiko rendah untuk menjadi epidemi besar, tidak seperti masa-masa awal COVID-19 pada 2019.Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Swedia yang ditayangkan pada Jumat, Gisslen menegaskan bahwa mpox adalah virus yang telah dipahami dengan baik dengan langkah-langkah pencegahan yang mapan.
Seorang anak yang terjangkit mpox mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di area Nyiragongo di dekat Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo timur, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Seorang anak yang terjangkit mpox mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di area Nyiragongo di dekat Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo timur, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Panda raksasa Ya Ya tiba di Shanghai China
Indonesia
•
29 Apr 2023

CNN: Anak-anak dan remaja AS lebih berpotensi tewas akibat senjata api
Indonesia
•
07 Apr 2023

PM Korsel sebut tragedi Halloween karena manajemen kerumunan tak memadai
Indonesia
•
02 Nov 2022

Mengintip suasana 8 stadion penyelenggara pertandingan Piala Dunia FIFA 2022
Indonesia
•
13 Aug 2022


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
