
Wahana robotik buatan China jelajahi bagian bawah es Arktika

Para anggota tim ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-13 China melakukan operasi pengambilan sampel di atas kapal pemecah es kutub milik China, Xuelong 2, pada 6 Agustus 2023.(Xinhua/Wei Hongyi)
Wahana bawah air otonomos (autonomous underwater vehicle/AUV) yang dikembangkan oleh satu tim universitas China telah menjelajahi area seluas 7.000 meter persegi di bawah es Arktika, dan mengirimkan banyak data, termasuk suhu air laut, salinitas, dan derajat keasaman (pH).
Harbin, China (Xinhua) – Sebuah wahana bawah air otonomos (autonomous underwater vehicle/AUV) yang dikembangkan oleh satu tim universitas China mendapatkan banyak data dalam ekspedisi Arktika terbaru negara tersebut, yang mengungkap berbagai fitur di bawah Kutub Utara.Robot berwarna merah berbentuk ikan yang disebut ‘XH1000’ itu dibuat oleh para peneliti dari Universitas Teknik Harbin (Harbin Engineering University). Dalam ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-13, yang rampung pada akhir September lalu, robot tersebut menyelesaikan operasi pendeteksian lingkungan di bawah es di dekat Laut Chukchi dan mengirimkan banyak data, termasuk suhu air laut, salinitas, dan derajat keasaman (pH).Dilengkapi dengan sonar pendeteksi yang dikembangkan di dalam negeri China, AUV pengamatan kutub itu menjelajahi area seluas 7.000 meter persegi di bawah es Arktika.Pemimpin tim operasi Zhu Zhongben, yang juga merupakan associate professor di universitas tersebut, mengatakan bahwa informasi yang didapat akan membantu para ilmuwan meningkatkan pemahaman mereka tentang proses perubahan es laut dan arus laut di wilayah ini, memberikan dukungan data untuk secara efektif mengatasi dampak perubahan iklim global terhadap China.Menurut Zhu, ekspedisi tersebut telah memverifikasi beberapa teknologi, termasuk navigasi bawah air di garis lintang tinggi di wilayah kutub, dan memberikan pengalaman berharga bagi kapal selam robotik untuk bekerja di sejumlah wilayah kutub yang berisiko tinggi dan lingkungan yang sangat keras.Para ilmuwan China berangkat untuk melakukan ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-13 pada 12 Juli dengan kapal pemecah es kutub Xuelong 2. Mereka melakukan perjalanan sejauh 15.000 mil laut sebelum kembali ke Shanghai pada 27 September. Xuelong 2 mencapai Kutub Utara pada 5 September, mengisi kesenjangan dalam penelitian ilmiah negara itu di wilayah kutub, kata universitas tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Menara air’ China catat peningkatan kapasitas konservasi air
Indonesia
•
30 Mar 2023

Greenland: Pulau es Raksasa yang menghadapi tantangan perubahan iklim
Indonesia
•
09 Mar 2025

Provinsi pegunungan di China adopsi teknologi AI dalam bidang pertanian
Indonesia
•
12 Sep 2024

Penelitian di Australia ungkap gejala penuaan dini di usia 40 tahun
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
