
Pemerintah Australia berupaya bantu warganya dalam konvoi kemanusiaan yang ditahan Israel

Orang-orang berkumpul untuk mendukung konvoi Global Sumud Flotilla (GSF) di Tripoli, Libya, pada 1 Oktober 2025. (Xinhua/Hazem Turkia)
Warga Australia ditahan Israel saat Global Sumud Flotilla dicegat. Pemerintah Canberra segera meminta akses konsuler.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Warga Australia ditahan Israel setelah kapal-kapal konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat oleh angkatan laut Israel pada Rabu (1/10), dan pemerintah Canberra mengatakan pihaknya telah meminta informasi resmi serta akses konsuler bagi para warga yang ditahan.Menteri kesehatan Australia pada Jumat (3/10) mengatakan bahwa pemerintah federal sedang berupaya untuk membantu warganya yang ditahan oleh Israel setelah mencoba mengirimkan bantuan ke Gaza melalui laut.Mark Butler mengatakan kepada jaringan televisi Seven Network pada Jumat pagi waktu setempat bahwa pemerintah telah mengajukan permintaan resmi untuk mendapatkan informasi mengenai berapa banyak warga Australia yang ditahan dalam konvoi kemanusiaan yang dicegat oleh angkatan laut Israel ketika berusaha menembus blokade Gaza.Pihak penyelenggara konvoi tersebut pada Kamis (2/10) mengatakan bahwa lima warga Australia telah ditahan.Butler mengatakan bahwa Australia telah meminta informasi yang jelas kepada Israel mengenai para tahanan dan akses konsuler kepada mereka."Warga Australia ingin melihat bantuan mengalir, terutama bantuan dasar seperti makanan dan obat-obatan kepada warga sipil di Gaza, tetapi bagi mereka yang ditahan, tentu saja, kami akan memberikan dukungan konsuler kepada mereka," kata Butler.Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia pada Jumat pagi waktu setempat merilis pernyataan yang menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati hukum internasional guna memastikan keselamatan dan perlakuan yang manusiawi terhadap mereka yang terlibat dalam konvoi tersebut.Pernyataan itu mengulangi seruan Australia kepada Israel untuk memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa hambatan ke Gaza.Global Sumud Flotilla adalah konvoi internasional yang dibentuk oleh koalisi civil society untuk mencoba menembus blokade laut ke Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Armada ini menggabungkan puluhan kapal dan ratusan peserta dari berbagai negara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban jiwa akibat gempa dahsyat di Turkiye dan Suriah tembus angka 8.000
Indonesia
•
08 Feb 2023

Taiwan sigap hadapi pandemik COVID-19
Indonesia
•
21 Apr 2020

Survei ungkap 80 persen lebih responden khawatir tentang potensi dampak penurunan tingkat kelahiran di Jepang
Indonesia
•
12 Jun 2024

UNRWA: Kerawanan pangan di Gaza utara capai "kondisi yang sangat kritis"
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
