
Harga minyak naik usai OPEC+ umumkan pemangkasan produksi minyak besar-besaran

Sejumlah derek minyak beroperasi di Three Rivers, Texas, Amerika Serikat, pada 24 Februari 2022. (Xinhua/Nick Wagner)
West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 1,24 dolar AS (1 dolar AS = Rp15.187), atau 1,4 persen, menjadi 87,76 dolar AS per barel. Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 1,57 dolar AS, atau 1,7 persen, menjadi 93,37 dolar AS per barel.
New York City, AS (Xinhua) – Harga minyak pada Rabu (5/10) naik setelah produsen utama minyak mengumumkan pemangkasan produksi minyak besar-besaran.West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 1,24 dolar AS, atau 1,4 persen, menjadi 87,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 1,57 dolar AS, atau 1,7 persen, menjadi 93,37 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang secara kolektif dikenal dengan OPEC+, pada Rabu memutuskan untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 2 juta barel per hari mulai November.Keputusan pemangkasan produksi tersebut berasal dari "ketidakpastian yang menyelimuti prospek ekonomi dan pasar minyak global," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan."Pemangkasan produksi tersebut merupakan reaksi OPEC+ terhadap penurunan harga yang ditandai dalam beberapa bulan terakhir," dan akan membantu menyeimbangkan kembali pasar minyak, sebut Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan pada Rabu.Kekhawatiran terkait permintaan di tengah meningkatnya risiko resesi dan apresiasi tajam dolar AS menyebabkan harga minyak jatuh pada akhir September ke level terendah sejak Januari.Para trader juga mengolah data stok bahan bakar Amerika Serikat (AS).Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) AS mengatakan bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu turun 1,4 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 30 September. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,5 juta barel.Menurut EIA, total persediaan bensin kendaraan bermotor turun 4,7 juta barel pada pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 3,4 juta barel.*1 dolar AS = 15.187 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China bangun ‘microgrid’ pintar untuk dukung rencana pelabuhan nol karbon
Indonesia
•
13 Dec 2024

Xizang di China tuntaskan perdagangan hak penggunaan air yang pertama
Indonesia
•
20 Dec 2023

Pertemuan tingkat menteri APEC soroti pemulihan inklusif yang berkelanjutan
Indonesia
•
18 Nov 2022

Malaysia pertimbangkan pengenaan pajak karbon pada investasi
Indonesia
•
23 Sep 2020


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
