Zimbabwe jual lebih dari 200 juta kg daun tembakau selama musim pemasaran 2022

Sejumlah petani memeriksa bal-bal daun tembakau di Tempat Pelelangan Tembakau di Harare, Zimbabwe, pada 19 Juli 2022. (Xinhua/Tafara Mugwara)
Tembakau merupakan penghasil devisa terbesar kedua di Zimbabwe setelah emas, dengan China dan Afrika Selatan menjadi pembeli utama daun yang dijuluki ‘golden leaf’ tersebut.
Jakarta (Indonesia Window) – Zimbabwe berhasil menjual 201.052.892 kilogram (kg) daun tembakau senilai 614.274.983 dolar AS (sekira 9,1 triliun rupiah) sejak musim pemasaran dibuka pada Maret lalu, meski tanaman itu ditanam di tengah kondisi yang sulit, menurut statistik yang dirilis oleh Badan Industri dan Pemasaran Tembakau (Tobacco Industry and Marketing Board/TIMB) pada Jumat (19/8).Selain hampir menyamai output tahun lalu, nilai hasil panen yang terjual sejauh tahun ini telah melampaui angka tahun lalu, mencerminkan adanya kenaikan harga yang diperoleh di pasar berkat kualitas daun yang baik. Zimbabwe menjual 207.176.784 kilogram tembakau senilai 578.782.797 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.Hingga musim penjualan resmi ditutup pada 20 Juli 2022, para petani telah berhasil menjual 187 juta kilogram daun tembakau senilai 569 juta dolar AS.Volume tahun ini diharapkan terus meningkat atau melampaui output tahun lalu, mengingat penjualan kontrak masih berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.Kendati ada sedikit penurunan output sejauh ini dibandingkan tahun lalu, daun tembakau memperoleh harga yang jauh lebih tinggi tahun ini dengan pendapatan 614,2 juta dolar AS, mewakili peningkatan 6,13 persen dari nilai tahun lalu sebesar 579 juta dolar AS.Meski ditanam di tengah kondisi sulit yang ditandai dengan curah hujan tak menentu, panen tahun ini memperoleh harga yang lebih tinggi, dengan harga musiman rata-rata di atas 3 dolar AS per kilogram dibandingkan dengan 2,79 dolar AS per kilogram tahun lalu.
Sejumlah troli yang kosong terlihat di Tempat Pelelangan Tembakau di Harare, Zimbabwe, pada 19 Juli 2022. (Xinhua/Tafara Mugwara)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Kamboja berharap RCEP dan FTA bilateral tingkatkan ekspor garmen, alas kaki, dan perjalanan
Indonesia
•
18 Jul 2023

Pasar minyak mentah masih bergejolak, OPEC dan sekutunya waspada
Indonesia
•
15 Sep 2022

Enam sektor industri halal Indonesia terbuka untuk pengembangan
Indonesia
•
22 Oct 2019

China rilis lebih dari 510.000 SKA untuk perdagangan internasional pada Agustus 2023
Indonesia
•
01 Oct 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
