
7.888 ton air limbah Fukushima kembali dibuang ke laut, total capai 173.000 ton

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2023 ini menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Putaran ke-22 pembuangan air limbah terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak di Jepang ke laut telah rampung pada Senin (17/8) sore waktu setempat, dengan dibuangnya 7.888 ton air limbah tersebut, kata operator PLTN itu, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO).
Air limbah yang baru dibuang tersebut mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif, kata TEPCO.
Pelepasan terbaru itu, yang juga merupakan putaran keempat pada tahun fiskal 2026, dimulai pada 30 Juli.
Meskipun ada kekhawatiran dan penentangan dari komunitas internasional, Jepang secara sepihak memulai pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut pada Agustus 2023.
Hingga selesainya putaran ke-22, volume kumulatif air limbah yang telah dibuang mencapai sekitar 173.000 ton.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump menangkan kursi kepresidenan AS di tengah kekhawatiran mendalam di kalangan publik
Indonesia
•
08 Nov 2024

Kamp pengungsi di desa Rohingya mengenaskan
Indonesia
•
10 Sep 2019

Blokade laut AS dicabut segera, perjanjian damai ditandatangani 19 Juni
Indonesia
•
15 Jun 2026

Xi sebut China siap bekerja sama dengan Chile demi kemitraan strategis komprehensif
Indonesia
•
19 Nov 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
