
Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030

Foto yang diabadikan pada 12 Februari 2025 ini menunjukkan para siswi belajar di sebuah sekolah di tepi jalan dekat Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur. (Xinhua/Li Ang)
Afghanistan diperkirakan akan kehilangan lebih dari 25.000 guru serta tenaga kesehatan perempuan per 2030, kecuali jika pembatasan terhadap pendidikan anak perempuan dan pekerjaan perempuan yang diberlakukan saat ini dicabut.
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – Afghanistan menghadapi krisis tenaga kerja perempuan yang parah dan kian memburuk di sektor layanan publik esensial. Negara tersebut diperkirakan akan kehilangan lebih dari 25.000 guru serta tenaga kesehatan (nakes) perempuan per 2030, kecuali jika pembatasan terhadap pendidikan anak perempuan dan pekerjaan perempuan yang diberlakukan saat ini dicabut. Peringatan tersebut disampaikan UNICEF, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak-anak, pada Senin (27/4).
UNICEF menggambarkan situasi tersebut sebagai krisis ganda yang kian mengancam, yakni hengkangnya tenaga profesional perempuan yang sudah terlatih ditambah pengecualian sistematis terhadap generasi perempuan berikutnya dari pendidikan menengah dan tinggi, sehingga mereka tidak dapat menggantikan para tenaga profesional yang meninggalkan angkatan kerja.
Menurut laporan tersebut, Afghanistan bisa kehilangan hingga 20.000 guru perempuan dan 5.400 nakes per akhir dekade ini.
Sejak pemerintah Afghanistan melarang anak perempuan menempuh pendidikan menengah pada September 2021, lebih dari 1 juta anak perempuan telah kehilangan hak mereka untuk melanjutkan pendidikan. Jika larangan tersebut tetap diberlakukan hingga 2030, lebih dari 2 juta anak perempuan akan kehilangan akses pendidikan di atas tingkat sekolah dasar.
Saat ini, anak perempuan di Afghanistan dilarang mengikuti kegiatan belajar di atas kelas enam, sementara perempuan tidak diizinkan menempuh pendidikan di universitas hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Laporan tersebut mendesak pemerintah Afghanistan untuk segera mencabut larangan terhadap pendidikan tingkat menengah bagi anak perempuan serta menyerukan kepada masyarakat internasional agar tetap teguh dalam mendukung hak dasar anak perempuan Afghanistan atas pendidikan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pendidikan buka jalan lebih luas bagi pelajar di bekas basis revolusioner China
Indonesia
•
03 Nov 2022

Mantan polisi Minneapolis mengaku bersalah atas kematian George Floyd
Indonesia
•
25 Oct 2022

Menikmati pemandian air panas saat musim dingin di Taiwan
Indonesia
•
02 May 2021

Pakar Turkiye sebut "kepulangan massal" pengungsi Suriah sulit terjadi saat ini
Indonesia
•
24 Dec 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
