
AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa

Sejumlah siswa mencoba peralatan realitas virtual (VR) di pusat pengalaman kecerdasan buatan (AI) di sebuah sekolah dasar di Tianjin, China utara, pada 4 September 2025. (Xinhua/Zhao Zishuo)
AI mengubah proses pembelajaran dengan melampaui metode pengajaran standar untuk mengakomodasi kemajuan individual murid.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para murid perlu dibimbing untuk menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara rasional dan menghindari "kemalasan intelektual" seiring AI mengubah pendidikan dan peran guru, demikian dikatakan seorang penasihat politik China pada Rabu (11/3).
Xu Kun, presiden Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing (Beijing University of Posts and Telecommunications/BUPT) sekaligus anggota Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC), mengatakan bahwa AI merupakan pedang bermata dua yang memerlukan komitmen pada prinsip "teknologi untuk kebaikan".
Berbicara kepada para reporter di sela-sela pertemuan tahunan Komite Nasional CPPCC, Xu memaparkan bagaimana AI mengubah proses pembelajaran dengan melampaui metode pengajaran standar untuk mengakomodasi kemajuan individual murid.
"Dari sudut pandang pengajaran, AI sedang membentuk kembali peran guru," kata Xu, seraya menambahkan bahwa teknologi tersebut membebaskan pendidik dari tugas-tugas berulang dan memungkinkan mereka lebih berfokus pada upaya menumbuhkan kreativitas serta rasa ingin tahu para murid.
Xu menggambarkan AI sebagai katalis yang mempercepat reformasi pendidikan, dengan membayangkan lingkungan belajar masa depan yang terbuka, berbasis data, dan terintegrasi dengan situasi dunia nyata. Menurut dia, hal ini akan meruntuhkan hambatan geografis dan membuat pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua murid.
Namun, dia menekankan bahwa di tengah upaya memanfaatkan potensi AI, penguatan pendidikan etika juga sangat penting. "Kita harus membimbing murid untuk menggunakan AI secara tepat dan secukupnya, serta menghindari kemalasan intelektual," ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia kembangkan tiga vaksin lagi
Indonesia
•
20 Nov 2020

LAPAN akan bangun bandar antariksa kecil di Biak, Papua
Indonesia
•
08 Nov 2019

China bangun stasiun Bumi komunikasi laser untuk transmisi data satelit skala besar
Indonesia
•
18 Sep 2024

Kapal pengangkut karbon dioksida cair berkapasitas 7.500 meter kubik buatan China dikirim ke pemesan
Indonesia
•
02 Dec 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
