
COVID-19 – WHO: Akhir fase darurat makin dekat terlepas dari Omicron

Foto yang diabadikan pada 30 Maret 2021 ini memperlihatkan bagian luar markas besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Chen Junxia)
Dunia "semakin dekat" dengan akhir fase darurat pandemik COVID-19, namun, WHO juga memperingatkan bahwa varian COVID-19 Omicron masih merajalela di seluruh dunia dan terus menyebabkan kasus kematian dalam jumlah yang signifikan.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (2/12) mengatakan bahwa dunia "semakin dekat" dengan akhir fase darurat pandemik COVID-19. Namun, WHO juga memperingatkan bahwa varian COVID-19 Omicron masih merajalela di seluruh dunia dan terus menyebabkan kasus kematian dalam jumlah yang signifikan."Kita semakin dekat dengan titik ketika kita dapat mengatakan bahwa fase darurat pandemi telah berakhir, tapi kita belum sampai di titik itu," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.Alasan di balik hal itu adalah bahwa "Omicron terbukti jauh lebih mudah menular dibandingkan pendahulunya, Delta, dan terus menyebabkan kasus kematian dalam jumlah yang signifikan akibat intensitas penularannya."Sementara itu, "kesenjangan dalam hal pengawasan, pengujian, pengurutan, dan vaksinasi terus menciptakan kondisi yang ideal bagi munculnya varian baru yang dapat menyebabkan kematian dalam jumlah signifikan," tambah Tedros.
Para pelancong yang mengenakan masker berjalan melewati penanda yang menunjukkan keberadaan lokasi tes COVID-19 di Bandar Udara Internasional Vancouver di Richmond, Kanada, pada 26 September 2022. (Xinhua/Liang Sen)
Foto yang diabadikan pada 4 Mei 2022 ini memperlihatkan Kominist Asmamaw, seorang teknisi laboratorium biologi di BGI Health Ethiopia, bekerja di laboratorium tes COVID-19 inflatable Huo-Yan Air Lab di Bandar Udara Internasional Bole Addis Ababa, Ethiopia. (Xinhua/Michael Tewelde)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS dikritik karena luncurkan ‘booster’ tanpa uji klinis pada manusia
Indonesia
•
15 Sep 2022

Berantas buta aksara Al-Qur’an di Bogor, program Kariima dapat apresiasi Kemenag dan Kemendikbud
Indonesia
•
29 Nov 2025

Feature – Kembali ke desa jadi tren baru di tengah upaya revitalisasi China
Indonesia
•
25 Feb 2024

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
