
Ilmuwan sebut erupsi masif gunung berapi di Semenanjung Kamchatka Rusia fenomena langka

Sebuah bangunan taman kanak-kanak yang rusak terlihat pascabencana gempa bumi di Petropavlovsk-Kamchatka, Rusia, pada 30 Juli 2025. (Xinhua/Pemerintah Wilayah Kamchatka)
Aktivitas simultan enam gunung berapi di Semenanjung Kamchatka Rusia merupakan fenomena yang sangat tidak biasa, yang oleh ilmuwan disebut sebagai parade erupsi.
Vladivostok, Rusia (Xinhua/Rusia) – Aktivitas simultan enam gunung berapi di Semenanjung Kamchatka Rusia merupakan fenomena yang sangat tidak biasa, yang oleh ilmuwan disebut sebagai parade erupsi, demikian dilaporkan oleh kantor berita Rusia TASS."Berdasarkan data kami, terakhir kali aktivitas vulkanis meluas seperti itu terjadi di Kamchatka adalah pada 1737, setelah gempa bermagnitudo 9," ujar Alexey Ozerov, direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Cabang Timur Jauh yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, seperti dikutip kantor berita TASS.Ozerov mengatakan peristiwa seismik dahsyat pada 30 Juli lalu itu mungkin telah membangunkan kembali "raksasa tidur" di wilayah tersebut.Yury Demyanchuk, kepala stasiun vulkanologi di Desa Klyuchi, mengatakan dia belum pernah melihat aktivitas vulkanis meluas seperti itu dalam lima dekade masa kerjanya di Kamchatka.Di Gunung Berapi Krasheninnikov, erupsi puncak dan sentral dimulai secara bersamaan, yang mungkin mengindikasikan proses seismik internal yang intens. Sedangkan untuk Gunung Berapi Kambalny, saya terakhir kali menelitinya pada 1979. Meskipun tenang selama puluhan tahun, gunung ini tidak boleh dianggap mati," ujar Demyanchuk.Dia menyebut bahwa erupsi Krasheninnikov sebelumnya kemungkinan terjadi pada abad ke-15 dan hanya diketahui dari lapisan abu vulkanisnya. "Tentu saja, belum ada yang memantaunya pada 1400-an, jadi kita dapat mengatakan bahwa saat ini, kita menyaksikan fenomena alam yang benar-benar unik," imbuhnya.Hingga Ahad (3/8), enam gunung berapi menunjukkan tanda-tanda aktif, yakni gunung berapi Avachinsky, Klyuchevskoy, Bezymianny, Kambalny, Karymsky, dan yang terbaru, Krasheninnikov, yang terletak di Cagar Alam Kronotsky.Di Gunung Berapi Klyuchevskoy, erupsi puncak makin intensif, disertai aktivitas stromboli, emisi abu, dan aliran lava. Gunung Berapi Karymsky terus mengalami erupsi puncak, sementara Bezymianny mengalami fase ekstrusif-eksplosif lemah dengan sedikit emisi abu.Aktivitas seismik juga teramati di Gunung Berapi Kambalny, meningkatkan risiko erupsi eksplosif, dengan kemungkinan awan abu mencapai ketinggian hingga 6 km.Otoritas memperingatkan penduduk dan pengunjung untuk menjauh dari gunung-gunung berapi yang aktif tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan sebut kualitas geokimia tanah China dalam kondisi baik
Indonesia
•
14 Jan 2023

China kembangkan perangkat sterilisasi UVC anti virus corona
Indonesia
•
06 Aug 2021

Truk tambang listrik murni digunakan di China, bantu pangkas biaya dan emisi karbon
Indonesia
•
08 Nov 2024

Huawei luncurkan ponsel lipat dan jam tangan pintar baru di Indonesia
Indonesia
•
06 Mar 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
