
Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen

Ilustrasi. (Scott Blake on Unsplash)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah peneliti telah mengembangkan sistem beton yang dapat mengembang dan terpasang secara mandiri (self-deploying concrete) yang berpotensi mempercepat proses konstruksi secara signifikan sekaligus memangkas biaya dan emisi karbon, demikian disampaikan Institut Teknologi Israel dalam sebuah pernyataan pada Ahad (9/8).
Diterbitkan dalam jurnal Communications Engineering, studi tersebut memperkenalkan jenis bekisting konstruksi baru yang dikirim ke lokasi proyek dalam bentuk ringkas. Bekisting ini kemudian mengembang secara otomatis saat beton dituangkan ke dalamnya.
Dalam sebuah demonstrasi, para peneliti membangun struktur beton bertulang setinggi 2,36 meter dengan diameter dasar 2,4 meter, yang dapat mengembang sepenuhnya hanya dalam waktu 14 detik.
Sistem tersebut menggunakan tabung fleksibel yang berisi kabel baja untuk memperkuat beton. Tekanan dari beton yang dituangkan menyebabkan tabung-tabung tersebut mengembang hingga membentuk struktur sesuai rancangan, sehingga mengurangi sebagian besar pekerjaan manual yang biasanya diperlukan untuk merakit dan membongkar sistem bekisting berukuran besar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa selubung polimer yang mengelilingi tabung tersebut meningkatkan kapasitas daya dukung kolom beton sekitar tiga kali lipat.
Para peneliti memperkirakan produksi bekisting baru tersebut dapat mengurangi emisi karbon terkait sekitar 50 persen.
Sementara itu, biaya materialnya diperkirakan sekitar 94 persen lebih rendah dibandingkan dengan bekisting kayu konvensional.
Para peneliti mengatakan bahwa teknologi tersebut nantinya dapat digunakan untuk pembangunan gedung dan infrastruktur, penyediaan hunian darurat, serta konstruksi di daerah terpencil.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem AI dapat menilai manusia dan punya semacam "kepercayaan"
Indonesia
•
16 Apr 2026

Mikro plastik di perairan Taiwan meningkat di musim panas
Indonesia
•
24 Aug 2020

Kerja sama teknologi hijau hadirkan manfaat bagi negara-negara mitra BRI
Indonesia
•
10 Nov 2023

Peneliti kembangkan metode identifikasi mutasi SARS-CoV-2 yang pengaruhi tes antigen
Indonesia
•
16 Sep 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
