
Amazon akan PHK sekitar 14.000 pekerjaan korporat di tengah restrukturisasi yang berfokus pada AI

Seorang pekerja Amazon berunjuk rasa di depan fasilitas Amazon di City of Industry, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 19 Desember 2024. (Xinhua/Zeng Hui)
Amazon berencana mengurangi tenaga kerja korporatnya hingga sekitar 14.000 posisi sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merampingkan operasi, menghapus birokrasi, dan mempercepat investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amazon pada Selasa (28/10) mengumumkan bahwa perusahaan tersebut berencana mengurangi tenaga kerja korporatnya hingga sekitar 14.000 posisi sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merampingkan operasi, menghapus birokrasi, dan mempercepat investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Langkah ini menandai putaran pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar kedua bagi raksasa e-commerce tersebut setelah memangkas sekitar 22.000 pekerjaan pada 2022.Dalam memo untuk karyawan, Wakil Presiden Senior Amazon bidang Pengalaman dan Teknologi Manusia Beth Galetti mengatakan keputusan ini bertujuan membuat perusahaan menjadi "lebih kuat" dengan merealokasi sumber daya untuk "pertaruhan terbesar" mereka."Generasi AI ini merupakan teknologi paling transformatif yang kita lihat sejak internet," tulis Galetti, seraya menambahkan bahwa teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk berinovasi jauh lebih cepat daripada sebelumnya, baik di segmen pasar yang sudah ada maupun di segmen yang sepenuhnya baru.Dalam memo pada Juni, CEO Amazon Andy Jassy mengatakan perusahaan akan membutuhkan lebih sedikit karyawan seiring penerapan lebih banyak alat AI. "Seiring kita meluncurkan lebih banyak AI generatif dan agen, hal ini seharusnya mengubah cara kerja kita," tulis Jassy. "Kita akan membutuhkan lebih sedikit orang untuk melakukan beberapa pekerjaan yang dilakukan saat ini, dan lebih banyak orang untuk melakukan jenis pekerjaan lain."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

IMF turunkan lagi prospek pertumbuhan ekonomi global
Indonesia
•
10 Jun 2022

Teknologi ‘Carbon Capture Storage’ kunci keberlanjutan industri migas di era transisi energi
Indonesia
•
21 May 2025

Harga kopi Vietnam capai rekor tertinggi
Indonesia
•
22 Sep 2023

Industri kimia tumbuh 8,65 persen selama kuartal II 2020
Indonesia
•
08 Oct 2020


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
