
PM Prancis Francois Bayrou Lolos Mosi Tidak Percaya

Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou menyampaikan pidato kebijakan umumnya di Majelis Nasional Prancis di Paris, Prancis, pada 14 Januari 2025. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Anggota parlemen Prancis melakukan pemungutan suara untuk mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou, dengan hanya 131 dari mereka yang memberikan suara mendukung mosi tidak percaya tersebut, jauh di bawah 289 suara yang diperlukan.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) - Anggota parlemen Prancis pada Kamis (16/1) melakukan pemungutan suara untuk mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou.Menurut hasil yang diumumkan oleh Ketua Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet, hanya 131 anggota parlemen yang memberikan suara mendukung mosi tidak percaya tersebut, jauh di bawah 289 suara yang diperlukan.Ini merupakan mosi tidak percaya pertama yang dihadapi Bayrou setelah membentuk pemerintahan pada 23 Desember 2024.
Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou menyampaikan pidato kebijakan umumnya di Majelis Nasional Prancis di Paris, Prancis, pada 14 Januari 2025. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China ubah rute penerbangan W122, W123 tanpa konsultasi, picu kecaman Taiwan
Indonesia
•
29 Apr 2024

Israel ancam akhiri gencatan senjata jika sandera tak dibebaskan
Indonesia
•
14 Feb 2025

China desak Turkiye cabut tarif tambahan yang dikenakan pada kendaraan buatan China
Indonesia
•
15 Jun 2024

Pemimpin tertinggi Iran sebut Trump bohong soal penggunaan kekuasaan demi perdamaian
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
