
Antalya di Turki pikat turis lansia Eropa yang ‘lari’ dari kenaikan biaya hidup

Orang-orang menghabiskan waktu di sebuah pantai di Antalya, Turki, pada 27 Agustus 2022. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Melemahnya mata uang Turki terhadap dolar AS dan euro sejak awal 2021 juga menjadikan Turki tujuan wisata yang menguntungkan.
Antalya, Turki (Xinhua) – Provinsi pesisir Antalya di Turki selatan, yang terkenal dengan pantai keemasannya, berupaya menarik lebih banyak turis lanjut usia (lansia) Eropa yang ingin melepaskan diri dari kenaikan biaya hidup.Sebagai salah satu destinasi utama pariwisata internasional, kawasan pesisir itu mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah turis mancanegara tahun ini.Lebih dari 23 juta turis mancanegara mengunjungi Turki dari Januari hingga Juli, lebih dari dua kali lipat jumlah sepanjang tahun 2021, kata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki pekan lalu.Dari keseluruhan pengunjung yang datang, Jerman menyumbang jumlah terbesar dengan 2,9 juta, diikuti oleh Rusia dengan 2,1 juta. Iran juga masuk dalam lima besar dengan 1,2 juta.Perusahaan dan pelaku bisnis perhotelan di Antalya yakin bahwa kenaikan biaya hidup di seantero benua itu membuat provinsi di Turki tersebut menjadi tujuan yang lebih menarik bagi para pensiunan Eropa.Mereka mencari cara untuk meringankan beban biaya hidup dan Antalya menawarkan sebuah solusi, kata Recep Yavuz, Ketua Kelompok Kerja Pariwisata Dewan Kota Antalya, kepada Xinhua.Inflasi melonjak ke level tertinggi baru hampir 9 persen pada Juli di Eropa untuk 19 negara yang terikat oleh euro, didorong oleh kenaikan biaya energi yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina.Belum ada tanda-tanda krisis energi akan membaik dalam waktu dekat, seiring Eropa bersiap untuk kemungkinan bahwa Rusia akan memutus sepenuhnya pasokan gasnya sebagai aksi balasan atas sejumlah sanksi Barat.Selain itu, melemahnya mata uang Turki terhadap dolar AS dan euro sejak awal 2021 juga menjadikan Turki tujuan yang menguntungkan.Sejumlah perusahaan pariwisata di Antalya menawarkan "paket tinggal lebih lama" untuk para pensiunan dari negara-negara Eropa Utara, kata Yavuz.Deniz Soylemez, operator pariwisata yang berbasis di ibu kota Turki, Ankara, mengatakan menjamu turis lansia selama musim dingin akan membuat sejumlah fasilitas tetap aktif, yang biasanya tidak difungsikan selama musim itu.Turki menargetkan pendapatan pariwisata sebesar 37 miliar dolar AS dan 47 juta turis tahun ini, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Ersoy pada awal Juli lalu.*1 dolar AS = 14.853 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Thailand perketat pemeriksaan Ebola di sektor penerbangan usai WHO tetapkan darurat kesehatan
Indonesia
•
21 May 2026

Mahkamah Agung AS mulai satukan gereja dan negara
Indonesia
•
29 Jun 2022

Studi: Kematian akibat gelombang panas pada 2023 berkaitan dengan perubahan iklim
Indonesia
•
08 Oct 2025

Presiden Mesir puji Inisiatif Hijau Timur Tengah sebagai aksi iklim regional
Indonesia
•
09 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
