
PM Australia ungkap ancaman terhadap diri dan keluarganya dari terduga teroris remaja

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese terlihat di tribun penonton pada pertandingan semifinal Piala Dunia Wanita FIFA 2023 antara Australia melawan Inggris di Sydney, Australia, pada 16 Agustus 2023. (Xinhua/Hu Jingchen)
Anthony Albanese mengatakan bahwa dia dan keluarganya termasuk di antara orang-orang yang menerima ancaman dalam sebuah manifesto ekstremis saat Jordan Patten (19) diduga menguraikan niatnya untuk membunuh Anggota Parlemen dari Partai Buruh yang berkuasa.
Canberra, Australia (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Australia mengungkapkan bahwa dia dan keluarganya menerima ancaman dari seorang terduga teroris remaja.Anthony Albanese pada Jumat (28/6) mengatakan bahwa dia dan keluarganya termasuk di antara orang-orang yang menerima ancaman dalam sebuah manifesto ekstremis saat Jordan Patten (19) diduga menguraikan niatnya untuk membunuh Anggota Parlemen dari Partai Buruh yang berkuasa."Tidak ada tempat bagi ekstremisme di Australia. Dokumentasi yang dibuat itu sangat mengkhawatirkan, termasuk ancaman tidak hanya terhadap anggota parlemen dari Partai Buruh, tetapi juga kepada orang lain, kepada keluarga saya," kata Albanese kepada awak media di Canberra.Patten ditangkap pada Rabu (26/6) oleh Tim Gabungan Kontra-Terorisme (Joint Counter Terrorism Team/JCTT) di Kota Newcastle, sekitar 100 km di utara Sydney, setelah diduga menerobos kantor Tim Crakanthorp, anggota parlemen dari Partai Buruh di parlemen Negara Bagian New South Wales, dengan membawa pisau dan peralatan taktis.Patten didakwa dengan satu tuduhan mempersiapkan, atau merencanakan, sebuah aksi teroris.Pihak berwenang mengatakan bahwa pascapenangkapan Patten, mereka mengetahui adanya manifesto yang mengekspresikan pandangan antiimigrasi, antisemitisme, dan Islamofobia, serta daftar keluhan terhadap Partai Buruh dan Albanese."Ini adalah alasan lain mengapa keluarga harus dijauhkan dari media. Ini adalah sesuatu yang memprihatinkan. Saya memuji badan keamanan dan polisi atas tindakan cepat yang mereka lakukan," kata Albanese.Di bawah hukum Australia, siapa pun yang terbukti bersalah mempersiapkan, atau merencanakan, sebuah aksi teroris dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mesir kecam pernyataan menteri Israel terkait kedaulatan di Tepi Barat
Indonesia
•
15 Nov 2024

Lebih 1.400 pekerja sterilkan Masjid Nabawi
Indonesia
•
18 Mar 2021

Menhan Israel sebut "penerus" Nasrallah kemungkinan tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon
Indonesia
•
10 Oct 2024

Pakar: AS gunakan ‘kartu Taiwan’ untuk bendung China
Indonesia
•
08 Aug 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
