
Ilmuwan temukan strategi rahasia bakteri untuk bertahan hidup, buka jalan bagi pengobatan baru

Ilustrasi. (CDC on Unsplash)
Antibiotik dirancang untuk membunuh bakteri berbahaya, tetapi dalam banyak kasus, sejumlah kecil bakteri mampu bertahan hidup dan kembali menyebabkan penyakit di kemudian hari.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan Israel menemukan beberapa bakteri dapat bertahan terhadap antibiotik melalui lebih dari satu cara, yang membantu menjelaskan mengapa infeksi terkadang muncul kembali setelah pengobatan, kata Universitas Ibrani Yerusalem (Hebrew University of Jerusalem) dalam sebuah pernyataan pada Jumat (2/1).Menurut para peneliti, memahami berbagai strategi bertahan hidup bakteri dapat membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif.Antibiotik dirancang untuk membunuh bakteri berbahaya, tetapi dalam banyak kasus, sejumlah kecil bakteri mampu bertahan hidup dan kembali menyebabkan penyakit di kemudian hari.Masalah ini memengaruhi berbagai kondisi yang umum terjadi, termasuk infeksi saluran kemih dan infeksi yang berkaitan dengan implan medis.Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bakteri yang bertahan hidup hanya "tertidur", sehingga antibiotik yang menargetkan bakteri yang sedang tumbuh menjadi kurang efektif.Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Science Advances tersebut menunjukkan bahwa hal ini hanyalah sebagian dari gambaran keseluruhan, dengan temuan dua strategi bertahan hidup yang berbeda.Dalam strategi pertama, bakteri secara sengaja memperlambat aktivitasnya dan memasuki kondisi istirahat yang terlindungi.Dalam strategi kedua, bakteri bertahan hidup dalam kondisi rusak dan tidak teratur. Sel-sel ini tidak berada dalam keadaan tenang atau terlindungi, dan sebaliknya, sistem normal mereka mengalami kerusakan, terutama membran luar yang menjaga integritas sel.Penemuan ini membantu menjelaskan mengapa penelitian-penelitian sebelumnya sering memberikan hasil yang bertentangan, karena para ilmuwan tanpa disadari mengamati jenis bakteri berbeda yang bertahan hidup.Para peneliti mengungkapkan dokter dapat menggunakan satu pendekatan untuk menargetkan bakteri yang sedang "tertidur" dan pendekatan berbeda untuk menyerang bakteri yang rusak.Dengan menyesuaikan pengobatan secara khusus seperti ini, pengobatan di masa mendatang dapat lebih efektif dalam membersihkan infeksi oleh bakteri dan mengurangi risiko kambuh di seluruh dunia, demikian kesimpulan mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan: Air dalam debu asteroid beri petunjuk kehidupan di Bumi
Indonesia
•
24 Sep 2022

Peneliti temukan ‘few-layer graphene’ alami dalam sampel tanah Bulan yang dibawa Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jun 2024

Spesies anggrek baru ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
27 Feb 2024

Suar matahari yang kuat berpotensi ganggu komunikasi
Indonesia
•
06 Feb 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
