
Tim arkeolog China temukan tiga situs tungku kuno di Mongolia Dalam

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 5 Juli 2025 ini menunjukkan sejumlah wisatawan mengunjungi taman hutan nasional di Arxan, Liga Hinggan, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Bei He)
Tempat pembakaran berbentuk kuku kuda yang diyakini sebagai bagian dari sebuah pabrik tembikar dari era dinasti Liao dan Jin (907-1234) ditemukan di dekat sebuah situs kota kuno di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.
Hohhot, Mongolia Dalam (Xinhua/Indonesia Window) – Tim arkeolog China menemukan tiga tempat pembakaran berbentuk kuku kuda yang diyakini sebagai bagian dari sebuah pabrik tembikar dari era dinasti Liao dan Jin (907-1234) di dekat sebuah situs kota kuno di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. Demikian diumumkan oleh institut peninggalan budaya dan arkeologi regional pada Jumat (19/12).Penemuan ini didapatkan dalam penggalian yang dilakukan antara Juli hingga November di sekitar bekas situs Wu'anzhou, sebuah kota yang awalnya didirikan oleh pendiri Dinasti Liao (907-1125) sekitar satu milenium yang lalu, yang terletak di Kota Chifeng di Mongolia Dalam saat ini.Setiap tempat pembakaran biasanya terdiri dari area kerja, bilik pembakaran, dan bilik cerobong asap, yang terbagi menjadi beberapa bagian.Sejauh tahun ini, para arkeolog telah menemukan lebih dari 50 peninggalan arsitektur di area penggalian seluas 500 meter persegi, termasuk fondasi rumah, lubang abu, ruang penyimpanan bawah tanah, dan tempat pembakaran tembikar.Berbagai artefak telah ditemukan, termasuk tembikar, porselen, benda-benda dari batu dan besi, artefak tulang, patung-patung tembaga, koin, dan komponen-komponen arsitektur. Benda-benda tembikarnya mencakup guci, baskom, dan mangkuk. Benda-benda dari besi umumnya berupa alat pertanian.Penemuan tersebut memberikan bukti material yang berharga dan referensi akademis yang penting untuk mempelajari sistem hierarki dan tata letak kota-kota era Liao, serta kehidupan sehari-hari dan kegiatan produksi penduduknya, ungkap Gai Zhiyong, wakil kepala Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Mongolia Dalam.Penggalian arkeologis sistematis di Wu'anzhou dimulai pada Juli 2023.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Serbuk sari jadi tempat hidup ratusan virus tanaman
Indonesia
•
07 Feb 2022

Para taikonaut Shenzhou-16 lakukan jumpa pers usai kembali dari luar angkasa
Indonesia
•
21 Jan 2024

Spanyol bersiap hadapi kekeringan musim semi dan gelombang panas musim panas
Indonesia
•
25 Mar 2024

Tim ilmuwan China ciptakan strain padi yang dapat tingkatkan kesehatan jantung
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
