
Arsitek intelektual APEC serukan ajakan untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar

Foto yang diabadikan pada 25 Oktober 2024 ini menunjukkan pelabuhan Pulau Rottnest di Australia. (Xinhua/Ma Ping)
APEC didirikan berdasarkan prinsip-prinsip multilateral dan regionalisme terbuka, dengan Peru sebagai ketua tahun ini mempertahankan fokus pada strategi dan jalur menuju integrasi seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tantangan bagi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) pada 2024, di tengah kemunduran prinsip-prinsip multilateral dan tekanan untuk memecah belah ekonomi global, adalah berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar APEC dan melawan tren yang akan merusak potensi pembangunan dan kemakmuran di kawasan itu, kata seorang akademisi pada Ahad (3/11).Peter Drysdale, penyandang gelar profesor emeritus ekonomi sekaligus kepala Biro Riset Ekonomi Asia Timur dan Forum Asia Timur di Crawford School of Public Policy, Australian National University, mengatakan kepada Xinhua bahwa APEC merupakan platform yang sangat penting di mana China dapat menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip multilateral serta reformasi dan keterbukaan yang sedang berlangsung.Dia juga percaya bahwa APEC "juga merupakan sebuah skema di mana hubungan China dengan Amerika Serikat (AS) dimediasi secara konstruktif dalam latar multilateral.""Visi APEC mengenai integrasi regional dan untuk Kawasan Perdagangan Bebas Asia dan Pasifik (Free Trade Area of Asia and the Pacific/FTAAP) serta transisi menuju masa depan netral karbon yang berkelanjutan merupakan agenda yang sejalan dengan ambisi China untuk masa depan, dan dengan demikian, APEC merupakan forum yang sangat berharga bagi diskusi mereka dengan para mitra regional," ujar Drysdale.
Orang-orang mengunjungi Pameran Komoditas China Australia (China Commodity Fair Australia) pertama di International Convention Center (ICC) di Sydney, Australia, pada 26 September 2024. (Xinhua/Ma Ping)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah targetkan ‘lifting’ minyak 1 juta barel per hari pada 2030
Indonesia
•
15 Sep 2020

Inflasi Inggris naik 2,3 persen pada Oktober 2024
Indonesia
•
22 Nov 2024

Imbas tarif AS, ekspor mobil Korsel turun pada April 2025
Indonesia
•
20 May 2025

Harga minyak melonjak karena AS larang impor minyak mentah Rusia
Indonesia
•
09 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
