
Apple pangkas produksi iPhone 14 Plus karena permintaan rendah

CEO Apple Tim Cook menghadiri acara peluncuran produk di San Francisco Bay Area, California, Amerika Serikat (AS), pada 7 September 2022. Apple pada Rabu (7/9/2022) mengumumkan sejumlah produk baru dalam acara peluncuran produk yang diadakan di Steve Jobs Theatre. (Xinhua)
Produksi iPhone 14 Plus dikurangi karena permintaan yang rendah di pasar, sementara seri iPhone 14 Pro yang lebih mahal telah meningkat menjadi 60 persen dari total output yang direncanakan semula 50 persen.
Jakarta (Indonesia Window) – Apple Inc. mengurangi produksi iPhone 14 Plus dan meningkatkan produksi iPhone 14 Pro yang lebih mahal karena permintaan yang tidak terlalu besar untuk model kelas menengah, kata firma riset pasar TrendForce, Selasa (25/10).Pangsa seri iPhone 14 Pro yang lebih mahal telah meningkat menjadi 60 persen dari total output yang direncanakan semula 50 persen, dan bisa meningkat menjadi 65 persen di masa depan, sebut laporan TrendForce.Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.Fokus Apple pada model kelas atas dapat membantunya melawan lambatnya penjualan ponsel cerdas (smartphone). Di tengah krisis chip, perangkat tingkat premium Apple Pro dan Pro Max, yang telah menjadi penjual yang kuat, membantu perusahaan ini mendorong margin lebih tinggi.Laporan TrendForce mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Amerika Serikat dapat menghambat pengeluaran konsumen, merusak permintaan iPhone pada kuartal pertama tahun 2023. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produksi tahun-ke-tahun sebesar 14 persen menjadi 52 juta unit.Analis di masa lalu mengatakan versi Pro dan Pro Max iPhone 14 terjual dengan cepat, meskipun permintaan untuk model dasar – biasanya jadi produk Apple dengan penjual terbaik – telah mengecewakan.Apple adalah satu-satunya vendor di lima besar yang mencatat pertumbuhan pengiriman pada kuartal ketiga, meningkatkan pangsa pasar smartphone global menjadi 18 persen dari 15 persen tahun lalu, menurut perusahaan riset Canalys. Peningkatan pangsa datang karena pasar smartphone secara keseluruhan menyusut 9 persen, kata Canalys.Bulan lalu, perusahaan mengatakan akan memproduksi iPhone 14 terbaru di India, karena raksasa teknologi itu memindahkan sebagian produksinya dari China untuk melindungi risiko yang timbul dari meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing.TrendForce memperkirakan pangsa output Apple dari India melebihi 5 persen pada tahun 2023 dan meningkat selama bertahun-tahun.Sumber: ReutersLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak turun di tengah kekhawatiran pandemik dan dolar AS yang menguat
Indonesia
•
06 Apr 2022

Telkom dan Freeport akan hadirkan 5G Mining, pertama di Asia Tenggara
Indonesia
•
13 Oct 2021

Hong Kong akan perkuat kerja sama ‘fintech’ dengan kawasan Timur Tengah
Indonesia
•
28 Oct 2024

Ekonom sebut Spanyol akan jadi mesin pertumbuhan zona euro pada 2024
Indonesia
•
12 Oct 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
