
AS izinkan kapal tanker minyak Rusia masuk Kuba usai berbulan-bulan blokade

Seorang pengunjuk rasa memegangi bendera nasional Kuba dan Venezuela di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Havana, ibu kota Kuba, pada 3 Januari 2026, dalam sebuah acara yang memprotes agresi militer AS di Venezuela. (Xinhua/Joaquin Hernandez)
Sejak Januari, pemerintahan Trump memberlakukan putaran baru pembatasan minyak terhadap Kuba dan berulang kali mengeluarkan ancaman militer.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Penjaga Pantai (Coast Guard) Amerika Serikat (AS) mengizinkan sebuah kapal tanker minyak mentah milik Rusia masuk ke Kuba setelah berbulan-bulan blokade minyak terhadap negara tersebut, demikian dilansir The New York Times pada Ahad (29/3).
Kapal tanker yang mengangkut sekitar 730.000 barel minyak dan dimiliki oleh pemerintah Rusia tersebut berada beberapa mil dari perairan teritorial Kuba pada Ahad malam waktu setempat, menurut laporan The New York Times, seraya mengungkapkan kapal itu dapat mencapai tujuan yang direncanakan di Matanzas, Kuba, pada Senin (30/3) malam.
Penjaga Pantai AS memiliki dua kapal cutter di wilayah tersebut yang bisa saja mencoba mencegat kapal tanker Rusia, tetapi pemerintahan Trump tidak memerintahkan kapal-kapal tersebut untuk bertindak, demikian kata seorang pejabat AS yang mendapat informasi tentang masalah tersebut.
"Kedatangan kapal Rusia itu akan mengubah arah krisis yang memburuk dengan cepat di Kuba, memberikan negara kepulauan tersebut setidaknya beberapa pekan sebelum cadangan bahan bakarnya habis," menurut laporan itu.
Sejak Januari, pemerintahan Trump memberlakukan putaran baru pembatasan minyak terhadap Kuba dan berulang kali mengeluarkan ancaman militer. Menurut sejumlah laporan media AS, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan upaya untuk mendorong perubahan rezim di Kuba.
Berbicara di Florida pada Jumat (27/3), Presiden AS Donald Trump memuji kemajuan dalam perang melawan Iran, dengan mengatakan "Kuba berikutnya".
Pada 17 Maret, Kementerian Luar Negeri Rusia menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya tekanan AS terhadap Kuba, dan berjanji akan memberikan dukungan yang diperlukan bagi negara kepulauan di Karibia tersebut.
"Rusia menegaskan kembali solidaritasnya yang tak tergoyahkan dengan Pemerintah Kuba dan rakyatnya yang sudah seperti saudara. Kami mengecam keras upaya untuk secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat, mengintimidasi, dan melakukan langkah pembatasan sepihak yang ilegal," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Interupsi Wapres AS Vance buat Trump dan Zelensky ‘ribut’ di Gedung Putih
Indonesia
•
02 Mar 2025

Pemilu Jepang kacau! Pengacara gugat hasil perhitungan suara
Indonesia
•
09 Feb 2026

Qatar dan Mesir akan jadi tuan rumah perundingan gencatan senjata Israel-Hamas
Indonesia
•
26 Feb 2024

Hongaria: UE jangan tambahkan sanksi lagi atas Rusia, negosiasi lebih baik
Indonesia
•
24 Jun 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
