
Astronaut China lakukan pelatihan dan eksperimen penting di stasiun luar angkasa

Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing pada 9 Desember 2025 ini menunjukkan astronaut Shenzhou-21, Zhang Lu, melakukan 'spacewalk' di luar stasiun luar angkasa China yang sedang mengorbit. (Xinhua/Liu Yi)
Kru Shenzhou-21 di stasiun luar angkasa Tiangong milik China berhasil menyelesaikan latihan komprehensif, termasuk manuver pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking) yang dikendalikan dari jarak jauh, prosedur penyelamatan medis, serta pelatihan evakuasi darurat.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kru Shenzhou-21 di stasiun luar angkasa Tiangong milik China baru-baru ini berhasil menyelesaikan serangkaian aktivitas pelatihan penting serta eksperimen ilmiah tingkat lanjut di orbit, membangun landasan yang kokoh untuk misi dan penemuan ilmiah di masa depan.
Sebuah laporan video dari China Media Group pada Ahad (11/1) malam waktu setempat menunjukkan para astronaut menjalani latihan komprehensif, termasuk manuver pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking) yang dikendalikan dari jarak jauh, prosedur penyelamatan medis, serta pelatihan evakuasi darurat pekan lalu.
Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kecakapan operasional dan kapabilitas respons darurat kru selama masa tinggal jangka panjang mereka di orbit, sebut laporan itu.
Lebih lanjut menurut laporan tersebut, dalam pelatihan docking yang dikendalikan dari jarak jauh, para astronaut berlatih menggunakan perangkat kontrol manual untuk menyimulasikan proses yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam mengarahkan wahana antariksa. Latihan medis berfokus pada pengenalan lokasi dan penggunaan peralatan medis bagi para kru, meninjau protokol untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi insiden kesehatan.
Secara khusus, tim tersebut melakukan latihan evakuasi darurat, menyimulasikan skenario kebakaran yang menuntut para kru untuk keluar dari modul stasiun luar angkasa dengan cepat.
Selain pelatihan, para kru juga membuat kemajuan signifikan dalam beberapa proyek penelitian ilmiah. Di bidang kedokteran antariksa, para astronaut menggunakan headset realitas virtual (virtual reality/VR) dan peralatan elektroensefalogram (EEG) untuk melakukan studi tentang koordinasi mata-otak.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan perubahan sinyal kendali otak astronaut dalam kondisi tanpa bobot, yang berpotensi berkontribusi terhadap teknologi interaksi otak-komputer di masa depan.
Bersamaan dengan itu, studi optik in-situ tentang elektrokimia baterai lithium-ion berjalan lancar. Temuannya diharapkan dapat memberikan dukungan teoretis yang penting untuk mengembangkan baterai lithium-ion yang lebih andal dan efisien untuk upaya eksplorasi antariksa di masa mendatang.
Wahana antariksa berawak Shenzhou-21 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan pada 31 Oktober 2025. Setelah peluncuran, para kru Shenzhou-21 dan Shenzhou-20 melakukan serah terima di orbit ketujuh bagi China. Pada 9 Desember, kru Shenzhou-21 menyelesaikan serangkaian aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity) atau spacewalk pertama dalam misi mereka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China kembangkan metode artifisial baru untuk sintesis heksosa dari CO2
Indonesia
•
22 Aug 2023

Rusia selesaikan desain roket untuk penerbangan ke Mars
Indonesia
•
03 Nov 2020

‘Internet of Things’ dalam ‘precision agriculture’
Indonesia
•
17 Sep 2020

Fondasi dahan murbei dan cemara ditemukan di bawah tembok kota China kuno
Indonesia
•
13 Jan 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
