
China tegaskan kembali komitmennya terhadap sistem antidoping global

Foto ini menunjukkan logo Badan Antidoping China (Chinese Anti-Doping Agency/CHINADA). (Xinhua/CHINADA)
Badan Antidoping China (Chinese Anti-Doping Agency/CHINADA) menyuarakan dukungan kuatnya terhadap Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA) dan sistem antidoping global.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Antidoping China (Chinese Anti-Doping Agency/CHINADA) menyuarakan dukungan kuatnya terhadap Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA) dan sistem antidoping global.CHINADA merilis sebuah pernyataan pada Kamis (25/7) setelah sidang Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) ke-142 di Paris, yang dalam momen tersebut Salt Lake City dianugerahi hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2034.Namun, sejumlah pejabat IOC memperingatkan bahwa hak tuan rumah Salt Lake City dapat dicabut jika anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dan Badan Antidoping Amerika Serikat (United States Anti-Doping Agency/USADA) terus menantang otoritas WADA.John Coates, ketua komisi urusan hukum IOC, mengatakan kontrak kota tuan rumah dengan Salt Lake City telah diubah untuk memungkinkan IOC membatalkan Olimpiade jika otoritas AS tidak menghormati "otoritas tertinggi" WADA."CHINADA menyambut baik keputusan IOC dan berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mendukung WADA dalam menerapkan tata kelola yang independen, adil, harmonis, dan efektif di seluruh dunia," kata CHINADA dalam pernyataan tersebut.CHINADA mengkritik USADA, mengatakan bahwa mereka "menghasut Departemen Kehakiman AS dan Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) untuk memulai 'yurisdiksi lengan panjang' (long-arm) atas kasus ini dengan membuka penyelidikan menggunakan sarana peradilan dan administratif domestiknya melalui 'yurisdiksi' yang diberikan oleh Undang-Undang Antidoping Rodchenkov (Rodchenkov Anti-Doping Act).""Tindakan ini bukan hanya sangat merusak hak-hak yang sah dan keselamatan pribadi semua orang yang terkait, termasuk para perenang China, tetapi juga pasti akan merusak kerangka hukum antidoping yang terkoordinasi secara global, mengganggu tatanan dunia yang efektif dalam antidoping yang telah dibangun dengan kerja keras oleh komunitas pemangku kepentingan, serta menghancurkan sistem tata kelola antidoping global yang bertujuan untuk melindungi atlet yang bersih (dari doping) di seluruh dunia secara adil dan konsisten," ungkap CHINADA."Kami ingin menegaskan kembali bahwa CHINADA tumbuh dari sistem antidoping global, dan kami akan selalu dengan tegas mempertahankan integritas dan efektivitas sistem ini melalui pekerjaan kami yang didasarkan pada independensi, imparsialitas, profesionalisme, dan keterbukaan. Kami sangat berharap bahwa melalui olahraga, kami dapat membangun jembatan kepercayaan dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan demi stabilitas, kolaborasi, pengembangan yang harmonis, dan peningkatan sistem tata kelola antidoping global," pungkas CHINADA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tengkorak manusia purba berusia 1 juta tahun di China tarik mundur garis waktu evolusi manusia
Indonesia
•
30 Sep 2025

Laporan pemerintah sebut Australia harus capai emisi nol bersih pada 2040
Indonesia
•
08 Sep 2024

China perkuat pendidikan tulisan tangan bahasa Mandarin standar
Indonesia
•
26 Oct 2024

New York City larang penggunaan plastik sekali pakai untuk pesanan bawa pulang
Indonesia
•
02 Aug 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
