
Ilmuwan China kembangkan bahan ferroelektrik sangat fleksibel untuk perangkat ‘wearable’ pintar

Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2023 ini menunjukkan sebuah produk dari Lenovo di Mobile World Congress (MWC) 2023 di Barcelona, Spanyol. Dari ponsel yang dapat dilipat hingga layar yang dapat digulung, inovasi teknologi terbaru dalam industri komunikasi seluler dipamerkan dalam ajang MWC 2023, yang berlangsung di Barcelona mulai 27 Februari hingga 2 Maret. (Xinhua/Meng Dingbo)
Bahan ferroelektrik tidak hanya mempertahankan fungsinya ketika diregangkan dua kali lipat, tetapi juga kembali ke bentuk aslinya setelah tekanannya berkurang.
Hangzhou, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China berhasil mengembangkan bahan yang sangat fleksibel dan stabil secara elektrik yang secara efektif dapat meningkatkan stabilitas kinerja perangkat pintar yang dapat dikenakan (smart wearable).Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Jumat (4/8) dalam jurnal Science, bahan ferroelektrik tidak hanya mempertahankan fungsinya ketika diregangkan dua kali lipat, tetapi juga kembali ke bentuk aslinya setelah tekanannya berkurang.Ferroelektrik merupakan karakteristik bahan insulasi tertentu yang memiliki polarisasi listrik spontan yang dapat dibalik dengan penerapan medan listrik eksternal, sehingga dapat digunakan untuk penyimpanan informasi biner dalam berbagai perangkat elektronik.Bahan-bahan yang digunakan untuk perangkat wearable dan bioelektronik haruslah lembut, lentur, dan elastis agar kompatibel dengan tubuh manusia. Namun, bahan ferroelektrik konvensional menunjukkan pemulihan elastisitas yang buruk, biasanya kurang dari 2 persen, sehingga membatasi penggunaannya pada perangkat wearable.Tim peneliti dari Institut Teknologi dan Rekayasa Material Ningbo di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China mengembangkan sebuah metode ‘sedikit ikatan silang’ yang presisi, yaitu sebuah proses yang menghubungkan dua rantai polimer melalui ikatan kovalen, guna membentuk sebuah jaringan yang dapat diregangkan, sehingga memungkinkan kristal ferroelektrik tersebar secara merata di dalam jaringan polimer yang terikat silang."Temuan tersebut sungguh menakjubkan dan tentu saja merupakan tonggak sejarah di bidangnya," karena tim peneliti itu "menetapkan arah penelitian baru," demikian menurut ulasan sejawat (peer review) dalam jurnal tersebut.Bahan baru itu memiliki prospek penerapan yang luas dalam perangkat elektronik wearable dan perawatan kesehatan pintar, menurut para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Siswa SMA buat bioplastik dari pati biji karet
Indonesia
•
10 Nov 2019

Penelitian ungkap Dataran Tinggi Qinghai-Xizang jadi kawasan penyerap karbon yang sangat penting
Indonesia
•
20 Aug 2024

Arab Saudi garap proyek survei geologi terbesar di dunia
Indonesia
•
28 Oct 2020

Ilmuwan Australia temukan protein yang bisa bantu lawan kanker dan perlambat penuaan
Indonesia
•
08 Jul 2025


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
