
Rusia kritik keras reaksi berlebihan AS terkait balon udara China

Foto yang diabadikan pada 3 Juni 2019 ini menunjukkan Istana Kremlin di Moskow, ibu kota Rusia. (Xinhua/Lai Xiangdong)
Balon udara China yang beberapa waktu lalu secara tidak sengaja memasuki wilayah udara Amerika Serikat akibat keadaan yang tidak dapat dihindari (force majeure), memicu kekhawatiran Washington, yang oleh Rusia dianggap berlebihan.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia pada Selasa (7/2) mengecam Washington yang dinilai melebih-lebihkan situasi terkait balon udara sipil nirawak China."Kami yakin penjelasan yang diberikan oleh pihak China mengenai masuknya balon udara nirawak China ke wilayah udara Amerika Serikat (AS) karena force majeure cukup memadai dan dapat dimengerti," kata Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan.China telah bertindak secara bertanggung jawab dalam situasi sulit ini, tetapi reaksi impulsif Washington dan media Amerika hanya tepat disebut histeris, tegasnya."Untuk alasan yang tidak masuk akal dan bahkan seringkali tanpa alasan, AS terus-menerus merendahkan dan menjelekkan negara-negara yang tidak ingin mengikuti kemauannya," kata Zakharova.Pada 3 Februari lalu, seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China mengonfirmasi bahwa sebuah benda udara sipil telah secara tidak sengaja memasuki wilayah udara Amerika Serikat (AS) akibat keadaan yang tidak dapat dihindari (force majeure).Dia mengatakan benda udara itu merupakan benda udara sipil yang digunakan untuk penelitian, terutama untuk tujuan meteorologi. Terdampak oleh angin baratan (Westerlies) dan memiliki kemampuan kemudi otomatis (self-steering) yang terbatas, benda udara itu pun menyimpang jauh dari rute yang direncanakan, menurut jubir itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Abbas berharap konflik segera berakhir saat pertempuran terus berlanjut di Gaza
Indonesia
•
28 Dec 2023

Sunak rombak kabinet, mantan PM Inggris David Cameron ditunjuk jadi menlu
Indonesia
•
14 Nov 2023

Menlu Araghchi sebut Iran tak berniat perluas konflik ke negara lain
Indonesia
•
16 Jun 2025

Kerangka Kerja Sendai PBB targetkan pengurangan korban bencana
Indonesia
•
30 May 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
