
Ekonomi Malaysia turun jadi 3,7 persen pada 2023 di tengah tantangan global

Orang-orang berjalan di luar toko yang sedang menawarkan diskon di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Desember 2022. (Xinhua/Zhu Wei)
Bank Negara Malaysia mengatakan bahwa pertumbuhan menjadi moderat di tengah lingkungan eksternal yang menantang, terutama disebabkan oleh perdagangan global yang melambat, penurunan teknologi global, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua) – Bank Sentral Malaysia pada Jumat (16/2) mengumumkan bahwa ekonomi Malaysia turun menjadi 3,7 persen pada 2023 dari 8,7 persen pada 2022, di tengah tantangan perdagangan global.Bank Negara Malaysia (BNM) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pertumbuhan menjadi moderat di tengah lingkungan eksternal yang menantang, terutama disebabkan oleh perdagangan global yang melambat, penurunan teknologi global, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang lebih ketat.Sementara dari sisi domestik, mereka mengatakan bahwa meskipun dukungan kebijakan yang diberikan dalam jumlah besar telah berakhir ketika ekonomi mulai membaik pada 2022, pemulihan yang berkelanjutan dalam aktivitas ekonomi dan kondisi pasar tenaga kerja mendukung pertumbuhan pada 2023.Selain itu, BNM mengatakan bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi yang solid diperkuat oleh posisi eksternal yang tangguh.Sementara itu, ekonomi Malaysia mengalami ekspansi sebesar 3 persen pada kuartal keempat 2023, seiring pengeluaran rumah tangga yang didukung oleh membaiknya kondisi pasar tenaga kerja dan meredanya tekanan biaya.Menurut BNM, pertumbuhan pada 2024 akan didorong oleh pengeluaran domestik yang kokoh dan peningkatan permintaan eksternal.Rebound dalam pertumbuhan perdagangan global, bersama dengan peningkatan teknologi dan perbaikan yang terus berlanjut di sektor pariwisata akan memberikan dukungan pada ekspor Malaysia, kata bank itu.Dari sisi domestik, BNM mengatakan bahwa pengeluaran rumah tangga akan didukung oleh pertumbuhan lapangan kerja dan upah yang berkelanjutan.Mereka juga mengatakan bahwa aktivitas investasi akan didukung oleh kemajuan lebih lanjut dari proyek-proyek multitahun, baik oleh sektor swasta maupun publik, serta implementasi inisiatif katalis di bawah berbagai rencana induk nasional.Namun, bank tersebut mengatakan prospek pertumbuhan tetap tunduk pada risiko-risiko penurunan yang berasal dari permintaan eksternal yang lebih lemah dari perkiraan dan penurunan yang lebih besar pada produksi komoditas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Uni Eropa amankan kesepakatan sistem internet satelit
Indonesia
•
20 Nov 2022

Megaproyek pengalihan air China bawa manfaat bagi 150 juta orang
Indonesia
•
13 Dec 2022

Otoritas bea cukai China terapkan 16 inisiatif untuk optimalkan lingkungan bisnis
Indonesia
•
15 Jun 2023

BI keluarkan uang baru peringati hari kemerdekaan
Indonesia
•
16 Aug 2020


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
