
PBB alokasikan 9,5 juta dolar AS untuk perangi wabah kolera di Lebanon

Seorang anak laki-laki menerima vaksin oral untuk kolera di Kota Muhammara, Kegubernuran Akkar, Lebanon utara, pada 12 November 2022. (Xinhua/Khaled Habashiti)
Bantuan kemanusiaan PBB dan Dana Kemanusiaan Lebanon telah mengalokasikan dana sebesar 9,5 juta dolar AS untuk mencegah penyebaran kolera di Lebanon, menyasar lebih dari 1,5 juta orang di seluruh negera itu, termasuk para pengungsi dari Suriah dan Palestina.
PBB (Xinhua) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dana Kemanusiaan Lebanon telah mengalokasikan dana sebesar 9,5 juta dolar AS untuk mencegah penyebaran kolera di Lebanon, demikian disampaikan oleh juru bicara PBB pada Rabu (1/3).Stephane Dujarric, kepala juru bicara untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa dana bantuan kemanusiaan PBB dari Dana Tanggap Darurat Pusat PBB dan dana kemanusiaan organisasi nonpemerintah itu dimaksudkan untuk menyasar lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Lebanon, termasuk para pengungsi dari Suriah dan Palestina."Tim PBB di Lebanon, yang dipimpin oleh Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB Imran Riza, bekerja sama dengan pihak berwenang dan para mitra untuk memerangi penyebaran kolera di negara yang juga dilanda krisis ekonomi dan keuangan yang parah itu," sebut Dujarric. "Terdapat lebih dari 6.500 kasus dugaan dan terkonfirmasi kolera serta 23 kematian terkait sejak kasus pertama dilaporkan lima bulan lalu."Dia mengatakan bahwa hingga 15 Februari, dengan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kelompok Koordinasi Internasional (International Coordination Group), sebanyak 1,1 juta vaksin oral untuk kolera telah diberikan. Kampanye vaksinasi yang dimulai pada pertengahan November 2022 itu memiliki tingkat cakupan lebih dari 90 persen per akhir tahun lalu.Lebanon sedang mengalami krisis ekonomi dan keuangan, yang dimulai pada 2019 dan telah membuat lebih dari 80 persen populasi di negara itu jatuh miskin.*1 dolar AS = 15.250 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS berpotensi hadapi ‘tripledemic’ di tengah eksodus tenaga kesehatan
Indonesia
•
27 Oct 2022

Tantangan Gen Z dibahas mendalam di ‘talk show’ komunitas Muslimah
Indonesia
•
29 Feb 2024

Sekolah Jakarta Taipei School kembangkan tiga bahasa, raih banyak penghargaan internasional
Indonesia
•
16 Nov 2023

Kisah sepasang jagawana penjaga pegunungan dan hutan di Anhui, China timur
Indonesia
•
18 Aug 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
