
Hamas sebut bantuan yang masuk ke Gaza hanya penuhi kurang dari 1 persen kebutuhan penduduk

Warga Palestina menerima makanan gratis di sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 12 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bantuan kemanusiaan yang telah masuk ke Jalur Gaza hanya memenuhi kurang dari 1 persen dari kebutuhan dasar penduduk Gaza.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola oleh Hamas pada Sabtu (24/5) mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang telah masuk ke Jalur Gaza hanya memenuhi kurang dari 1 persen dari kebutuhan dasar penduduk Gaza."Selama 84 hari blokade dan penutupan total, setidaknya 46.200 truk yang sarat dengan bantuan dan bahan bakar seharusnya masuk ke Jalur Gaza untuk memenuhi kebutuhan minimum penduduk," kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan."Namun, dalam beberapa hari terakhir, pendudukan (Israel) menyebarkan narasi yang menyesatkan dengan mengklaim bahwa mereka mengizinkan masuknya 'bantuan', sementara kenyataannya hanya sekitar 100 truk yang benar-benar masuk, yang mewakili kurang dari 1 persen dari kebutuhan dasar penduduk," imbuh pernyataan itu.
Seorang anak laki-laki Palestina terlihat memanggul baskom berisi makanan gratis dari sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 22 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

My Bali Coffee sukses di Jerman
Indonesia
•
19 Oct 2020

Sekjen PBB desak kesiapsiagaan global hadapi pandemi di masa depan
Indonesia
•
28 Dec 2023

Warga Inggris habiskan 56 jam setahun bicara soal cuaca
Indonesia
•
22 Aug 2025

Beijing rilis rencana perlindungan Poros Tengah Beijing sebagai warisan dunia
Indonesia
•
01 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
