
Presiden Iran: AS lancarkan "perang tanpa akhir" untuk jarah sumber daya negara-negara lain

Foto dokumentasi menunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (Xinhua/Shadati)
Barat berupaya memprovokasi konflik di Timur Tengah demi menguasai sumber daya negara-negara di kawasan itu dengan menghalalkan segala cara.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Ahad (18/5) mengatakan Amerika Serikat (AS) telah memulai "perang tanpa akhir" di seluruh dunia untuk menjarah sumber daya bahkan tenaga kerja negara-negara lain, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.Barat berupaya memprovokasi konflik di Timur Tengah demi menguasai sumber daya negara-negara di kawasan itu dengan menghalalkan segala cara, demikian disampaikan Pezeshkian dalam upacara pembukaan Forum Dialog Teheran. Forum tersebut berlangsung selama dua hari dan telah menarik 200 delegasi asing, termasuk pejabat senior pemerintah dan perwakilan organisasi internasional, untuk mendiskusikan berbagai tantangan regional dan global.Pezeshkian menambahkan bahwa Iran tidak menyembunyikan apa pun dan tidak akan menghentikan "program nuklir damai"-nya dalam keadaan apa pun.Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, saat berbicara tentang perundingan tidak langsung Iran-AS dalam upacara tersebut, mengatakan Iran menginginkan "kesepakatan adil dan seimbang yang akan dibentuk dalam kerangka kerja Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT) dan berdasarkan penghormatan penuh terhadap hak-hak nuklir Iran serta menjamin pencabutan sanksi secara objektif.""Iran berkomitmen pada diplomasi dan mengharapkan agar sanksi-sanksi kejam dan sepihak, yang secara langsung menargetkan rakyat kami, dicabut secara nyata dan konkret," katanya.Dia menambahkan bahwa Iran siap untuk membuka babak baru dalam hubungannya dengan Eropa jika pihak Eropa memiliki tekad yang nyata dan mengadopsi pendekatan independen terhadap Iran.Delegasi Iran dan AS telah mengadakan empat putaran pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi-sanksi AS, yang diselenggarakan di Muscat, ibu kota Oman, dan di Roma, Italia.Sementara itu, Iran dan tiga negara Eropa, yakni Prancis, Jerman, dan Inggris, yang secara kolektif dikenal sebagai E3, mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Istanbul, Turkiye, pada Jumat (16/5) untuk membahas perkembangan terbaru dalam pembicaraan tidak langsung Iran-AS, putaran keenam dari pembicaraan semacam itu antara Iran dan E3 sejak September 2024, yang telah membahas sejumlah isu di antaranya program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mahkamah Agung AS nyatakan kebijakan tarif menyeluruh pemerintahan Trump ilegal
Indonesia
•
21 Feb 2026

Pengurus Masjid Nabawi intensifkan pencegahan untuk keselamatan jamaah
Indonesia
•
04 Mar 2020

Kunjungan menteri Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa picu kekhawatiran internasional
Indonesia
•
06 Aug 2025

Israel blokir bantuan kemanusiaan ke Gaza seiring mandeknya perundingan gencatan senjata
Indonesia
•
04 Mar 2025


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
