Kunjungan menteri Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa picu kekhawatiran internasional

Anak-anak terlihat saat Hari Raya Idul Adha di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem, pada 6 Juni 2025. (Xinhua/Jamal Awad)
Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur telah memicu kecaman regional dan menimbulkan kekhawatiran terkait eskalasi ketegangan.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Ahad (3/8) memicu kecaman regional dan menimbulkan kekhawatiran terkait eskalasi ketegangan.Kunjungan tersebut dilakukan saat serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Pada Ahad yang sama, puluhan warga Palestina dilaporkan tewas dalam perjalanan mereka menuju lokasi-lokasi distribusi bantuan, di tengah meningkatnya kritik global yang menuduh Israel menciptakan kondisi kelaparan di daerah kantong Palestina yang terkepung.Kunjungan tersebut juga terjadi setelah Hamas merilis beberapa rekaman video yang memperlihatkan seorang warga Israel yang disandera di Gaza berada dalam kondisi lemah dan kurus kering. Rekaman tersebut memicu kemarahan publik di Israel dan mengintensifkan tekanan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera mencapai kesepakatan terkait pemulangan para sandera yang masih ditawan.Dalam pesan video yang direkam saat kunjungannya dan diunggah di media sosial X, Ben-Gvir mengatakan, "Tepat dari sini, sebuah pesan harus disampaikan: untuk memastikan bahwa kita menaklukkan seluruh Jalur Gaza, mendeklarasikan kedaulatan atas seluruh Jalur Gaza, menumpas setiap anggota Hamas, dan mendorong migrasi sukarela (warga Palestina dari Gaza).""Hanya dengan cara inilah kita dapat memulangkan para sandera dan memenangkan perang," ujarnya.Setelah kunjungan Ben-Gvir, Kantor Perdana Menteri Israel kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa kebijakan Israel untuk mempertahankan status quo di kompleks Masjid Al-Aqsa "tidak berubah dan akan tetap tidak berubah".Kompleks Masjid Al-Aqsa terletak di Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah 1967 dan kemudian dianeksasi tidak lama setelahnya. Saat ini, kompleks tersebut dikelola oleh Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Yordania melalui Departemen Awqaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa di kementerian tersebut, tetapi pengamanannya berada di bawah polisi Israel.Berdasarkan status quo yang telah lama berlaku, umat Yahudi diizinkan mengunjungi situs tersebut tetapi tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah di sana. Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga Israel dari kelompok sayap kanan ekstrem semakin sering melakukan ibadah di situs tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tentara Israel serang Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza di tengah seruan gencatan senjata
Indonesia
•
16 Nov 2023

Kian banyak staf yang ditahan, PBB tangguhkan operasi di wilayah yang dikuasai Houthi
Indonesia
•
26 Jan 2025

NCTV sebut serangan teror di Belanda tetap jadi risiko "nyata"
Indonesia
•
11 Dec 2025

Rusia usulkan nasionalisasi pabrik milik asing yang menutup operasi
Indonesia
•
09 Mar 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
