
Peneliti China susun basis data rumput energi pertama di dunia, dukung pembangunan berkelanjutan

Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 29 Oktober 2024 ini menunjukkan pemandangan lahan basah Tiaozini di Dongtai, Kota Yancheng, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Lyu Shuai)
Basis data komprehensif pertama di dunia untuk rumput energi menjadi sebuah langkah yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan memajukan upaya-upaya energi terbarukan.
Fuzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China telah mengembangkan basis data komprehensif pertama di dunia untuk rumput energi, sebuah langkah yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan memajukan upaya-upaya energi terbarukan, demikian dilaporkan surat kabar China Science and Technology Daily pada Rabu (19/2).Rumput energi merupakan kelompok tanaman yang dikenal dengan pertumbuhan yang cepat, produktivitas tinggi, dan kemampuan untuk beradaptasi. Rumput energi dapat digunakan untuk memproduksi bahan bakar biomassa, pulp, selulosa, dan bahan kimia, serta dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas tanah.Tim peneliti dari Universitas Pertanian dan Kehutanan Fujian menyusun Basis Data Rumput Energi, yang mengintegrasikan kumpulan data multiomik dari 11 rumput energi.Platform tersebut mencakup data genomik, epigenomik, transkriptomik, dan fenomik untuk mendukung penelitian genomik fungsional di berbagai spesies rumput energi.Lin Zhanxi, seorang profesor di universitas itu, mengatakan bahwa basis data tersebut menawarkan sebuah platform multifungsi untuk eksplorasi ilmiah dan penelitian praktis, membantu mendorong pertanian berkelanjutan dan pengembangan energi terbarukan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan Antarktika peroleh informasi penting guna pelajari rahasia iklim yang krusial
Indonesia
•
01 Feb 2024

Penelitian tunjukkan hubungan vaksinasi COVID dengan penurunan risiko serangan jantung
Indonesia
•
21 Feb 2023

Teknologi digital bantu perlindungan Gua Yungang di China utara
Indonesia
•
12 Jun 2024

Astronom gunakan LAMOST untuk lacak 1.300 lebih kuasar baru di balik bidang galaksi
Indonesia
•
20 Apr 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
