
Tim ilmuwan China kembangkan purwarupa baterai ion hidrida pertama

Ilustrasi. (Kumpan Electric on Unsplash)
Baterai ion hidrida menggunakan pergerakan ion hidrida untuk menyimpan dan melepaskan energi.
Dalian, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim ilmuwan China mengembangkan purwarupa baterai ion hidrida pertama, yang meletakkan dasar yang kuat bagi pengembangan energi ramah lingkungan di China. Temuan tim ini dipublikasikan pada Rabu (17/9) di jurnal Nature.Dianggap sebagai bagian penting dari sistem energi bersih di masa depan, hidrogen biasanya terlibat dalam reaksi dalam bentuk proton, ion hidrida, dan atom hidrogen. Di antara bentuk-bentuk tersebut, ion hidrida memiliki kerapatan elektron tertinggi, selain itu ion hidrida mudah terpolarisasi dan sangat reaktif, menjadikannya pembawa (carrier) energi yang menjanjikan. Baterai ion hidrida merupakan arah penelitian yang penting dalam bidang energi bersih.Serupa dengan baterai lithium-ion yang banyak digunakan, baterai ion hidrida menggunakan pergerakan ion hidrida untuk menyimpan dan melepaskan energi. Namun demikian, baterai ini sebelumnya terbatas pada tahap konseptual karena kurangnya bahan elektrolit yang sesuai, yang harus memiliki konduktivitas ionik yang tinggi, konduktivitas elektronik yang rendah, stabilitas termal dan elektrokimia yang baik, serta kompatibilitas dengan bahan elektroda.Tim peneliti yang dipimpin oleh Chen Ping, Cao Hujun, dan Zhang Weijin, semuanya dari Institut Fisika Kimia Dalian (Dalian Institute of Chemical Physics/DICP), yang terletak di Provinsi Liaoning, China timur laut, dan berafiliasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), berhasil menemukan hidrida komposit berstruktur inti-cangkang (core-shell) baru yang berfungsi sebagai bahan elektrolit.Komposit ini terdiri dari lapisan tipis barium hidrida yang dilapisi cerium trihidrida. Komposit ini menunjukkan sifat konduksi ion hidrida yang baik pada suhu kamar, serta stabilitas termal dan elektrokimia yang sangat baik, menjadikannya bahan elektrolit yang ideal.Tim ini berhasil melakukan pengisian dan pengosongan daya dengan menggunakan natrium aluminium hidrida, bahan penyimpan hidrogen, sebagai elektroda positif, dan cerium dihidrida yang miskin hidrogen sebagai elektroda negatif. Tim ini juga membuat baterai bertumpuk berdasarkan konfigurasi ini, meningkatkan voltase menjadi 1,9 volt dan menyalakan lampu LED.Temuan ini, khususnya, membuktikan kelayakan baterai ion hidrida untuk memberi daya pada perangkat elektronik, dan menandai lompatan dari tahap konseptual ke verifikasi eksperimental.Menurut penelitian tersebut, baterai ion hidrida mewakili rute teknis baru dalam penyimpanan energi yang diharapkan dapat memainkan peran penting dalam berbagai bidang seperti penyimpanan energi skala besar, penyimpanan hidrogen, sumber daya bergerak, dan sumber daya khusus.Tim tersebut mengungkapkan mereka akan fokus pada pengembangan bahan inti baterai ion hidrida dan optimalisasi kinerjanya, serta memperluas skenario penerapan baterai untuk memberikan dukungan yang kuat bagi pengembangan energi hijau di China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China bangun ‘laboratorium super’ ekstrem, bantu ilmuwan dunia teliti misteri materi
Indonesia
•
27 Feb 2025

Kondisi iklim purba beri petunjuk tentang perubahan pola musim hujan Asia Selatan di masa depan
Indonesia
•
19 May 2025

Ilmuwan Australia ungkap gangguan pembersihan otak secara mandiri dapat picu Alzheimer
Indonesia
•
28 Jun 2025

Tim ilmuwan China laporkan ukuran partikel regolit sisi jauh Bulan
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
