
Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya

Foto yang diambil pada 21 Agustus 2025 ini menunjukkan planet Venus dan Jupiter di sebelah bulan sabit di atas Kota Bei'an, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Qian Boyu)
Ukuran dan bentuk Jupiter didasarkan pada enam pengukuran yang dilakukan hampir 50 tahun lalu oleh misi Voyager dan Pioneer milik NASA. Kedua wahana antariksa tersebut mengirimkan sinyal radio yang digunakan para ilmuwan untuk menghitung dimensi Jupiter, tetapi data tersebut masih menyisakan ketidakpastian.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) - Sebuah tim peneliti internasional berhasil melakukan pengukuran terhadap Jupiter dengan tingkat presisi yang belum pernah dicapai sebelumnya dan menemukan bahwa planet terbesar di tata surya itu ternyata lebih kecil dan lebih pipih dibandingkan perkiraan sebelumnya, demikian disampaikan Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann (Weizmann Institute of Science) Israel pada Senin (2/2).
Selama puluhan tahun, perkiraan ukuran dan bentuk Jupiter didasarkan pada enam pengukuran yang dilakukan hampir 50 tahun lalu oleh misi Voyager dan Pioneer milik NASA. Kedua wahana antariksa tersebut mengirimkan sinyal radio yang digunakan para ilmuwan untuk menghitung dimensi Jupiter, tetapi data tersebut masih menyisakan ketidakpastian.
Studi terbaru kali ini, yang dipublikasikan di dalam jurnal Nature Astronomy, memanfaatkan data dari wahana antariksa Juno milik NASA, yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016. Setelah misi tersebut diperpanjang pada 2021, Juno diarahkan ke lintasan baru yang memungkinkannya melintas di belakang Jupiter dari sudut pandang Bumi.
Saat wahana itu bergerak di belakang Jupiter, sinyal radionya dibelokkan oleh atmosfer Jupiter yang padat. Dengan melacak pembelokan tersebut, para peneliti dapat menghitung ukuran Jupiter dengan akurasi yang jauh lebih tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jupiter sekitar 8 kilometer lebih sempit di bagian ekuator dan 24 kilometer lebih pipih di bagian kutub dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Temuan ini membantu para ilmuwan menyempurnakan model tentang bagian dalam Jupiter, serta memberikan wawasan baru mengenai angin yang kuat dan struktur yang dalam di planet tersebut, maupun proses pembentukan dan evolusi planet-planet raksasa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim sains NASA teliti negara vulkanis Islandia untuk misi Venus mendatang
Indonesia
•
02 Oct 2023

China mulai pengeboran ‘superdeep borehole’ kedua
Indonesia
•
22 Jul 2023

Keanekaragaman hayati di Danau Taihu China terus alami peningkatan
Indonesia
•
14 Dec 2023

Tikus eksperimen melahirkan setelah kembali dari luar angkasa, buka jalan bagi penelitian di masa depan
Indonesia
•
29 Dec 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
