
Bayi yak hasil kloning lahir di China

Foto yang diabadikan pada 11 Juli 2025 ini menunjukkan seekor yak hasil kloning di basis pembiakan yak di wilayah Damxung, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Jigme Dorje)
Bayi yak hasil kloning di China memiliki bobot 33,5 kilogram saat lahir, lebih berat dari sebagian besar bayi yak yang baru lahir.
Lhasa, Daerah Otonom Xizang (Xinhua/Indonesia Window) – Seekor yak hasil kloning lahir melalui operasi caesar pada Kamis (10/7) di basis pembiakan yak di wilayah Damxung, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, kata para peneliti.Bayi yak hasil kloning tersebut memiliki bobot 33,5 kilogram saat lahir, lebih berat dari sebagian besar bayi yak yang baru lahir, menurut para peneliti.Reporter Xinhua melihat bayi yak yang seluruh bulunya berwarna hitam itu di tempat pembiakan tersebut pada Jumat (11/7). Bayi yak itu sudah bisa berjalan dan dalam kondisi sehat.Proyek ini dimulai pada Juli 2023 sebagai inisiatif bersama antara tim peneliti dari Universitas Zhejiang di China timur, pemerintah wilayah Damxung, dan Institut Biologi Dataran Tinggi Daerah Otonom Xizang.
Para staf memeriksa seekor yak hasil kloning di basis pembiakan yak di wilayah Damxung, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 11 Juli 2025. (Xinhua/Jigme Dorje)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China anugerahkan medali kepada para taikonaut Shenzhou-16
Indonesia
•
19 Apr 2024

Studi: Lebih 90 persen lapisan minyak di lautan berasal dari aktivitas manusia
Indonesia
•
17 Jun 2022

China bangun jaringan listrik pintar digital tingkat provinsi pertama
Indonesia
•
12 Jan 2024

Ahli geologi terbitkan peta geologi global dan lempeng tektonik terbaru
Indonesia
•
09 Jun 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
