
PM China: Berinvestasi di China akan hasilkan keuntungan besar dan masa depan lebih baik

Perdana Menteri China Li Qiang menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2024 yang diselenggarakan oleh Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutif WEF, di Davos, Swiss, pada 16 Januari 2024. Li juga menyampaikan pidato khusus dalam acara tersebut. (Xinhua/Rao Aimin)
Berinvestasi di China akan memberikan keuntungan besar dan masa depan yang lebih baik, dengan tren positif jangka panjang ekonomi China yang tidak akan berubah.
Davos, Swiss (Xinhua) – Berinvestasi di China akan memberikan keuntungan besar dan masa depan yang lebih baik, sebut Perdana Menteri (PM) China Li Qiang pada Selasa (16/1) dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2024.Li melontarkan pernyataan tersebut saat menghadiri acara makan siang yang diselenggarakan oleh Klaus Schwab, pendiri sekaligus executive chairman WEF, dan bertukar pandangan dengan para pemimpin perusahaan multinasional.Perusahaan multinasional telah menjadi partisipan, saksi, dan penerima manfaat dari reformasi dan keterbukaan China, ujar Li, seraya menambahkan bahwa tren positif jangka panjang ekonomi China tidak akan berubah, dan akan memberikan lebih banyak peluang pengembangan bagi perusahaan-perusahaan di semua negara.Dalam situasi saat ini, Li menunjukkan bahwa pertempuran yang terfragmentasi hanya akan mempersulit pemulihan ekonomi dunia, dan menekankan bahwa China menentang segala bentuk perpecahan dan konfrontasi, serta akan membuka pintunya lebih lebar lagi bagi dunia luar.China membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan asing untuk berinvestasi dan berbisnis di negara itu, siap untuk secara serius mempelajari dan menyelesaikan kesulitan maupun masalah yang dihadapi oleh perusahaan yang didanai pihak asing yang beroperasi di China, memastikan perlakuan nasional bagi perusahaan yang didanai pihak asing, serta menciptakan lingkungan bisnis yang stabil, adil, dan dapat diprediksi, kata Li.Li mengatakan bahwa dia berharap semua pihak akan terus memanfaatkan berbagai peluang yang dibawa oleh perkembangan China serta mencapai perkembangan yang lebih baik dan lebih besar di China.Para pemimpin dari 14 perusahaan multinasional, termasuk Walmart, JPMorgan Chase, Intel, BASF, Volkswagen, dan Siemens, turut menghadiri acara makan siang tersebut. Mereka mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, investasi mereka di pasar China telah mencapai kesuksesan yang luar biasa, dan mereka sangat yakin dengan perkembangan ekonomi China. Mereka juga bersedia untuk memperdalam kerja sama dengan China, terus berkembang di China, dan berkontribusi terhadap pembangunan China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertumbuhan ekonomi China yang stabil tambah kepastian pada lanskap ekonomi global
Indonesia
•
25 Apr 2024

MarketWatch: Inflasi pangan tetap tinggi di AS dan Eropa
Indonesia
•
06 Aug 2022

Organisasi: Permintaan minyak sawit global akan meningkat
Indonesia
•
13 Aug 2020

Penghentian sengketa dagang AS-China diharapkan pulihkan ekonomi global
Indonesia
•
13 Jan 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
