
COVID-19 – Bilik tes asam nukleat jadi klinik demam di China, perangi pandemik

Seorang warga mengambil obat di sebuah klinik demam di Distrik Kaifu yang berlokasi di Changsha, Provinsi Hunan, China tengah, pada 20 Desember 2022. (Xinhua/Chen Zhenhai)
Bilik pengujian asam nukleat merupakan sebuah ciri khas dari upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 rutin China selama tiga tahun terakhir, yang kini banyak yang dialihfungsikan menjadi ‘klinik demam’ sementara secara tertata.
Beijing, China (Xinhua) – Bilik pengujian asam nukleat merupakan sebuah ciri khas dari upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 rutin China selama tiga tahun terakhir. Sekarang, di seantero negara itu, banyak bilik pengujian asam nukleat telah dialihfungsikan menjadi ‘klinik demam’ sementara secara tertata.Pengalihfungsian ini merupakan salah satu upaya terbaru dari kota-kota di China untuk mengatasi peningkatan jumlah pasien demam.Sebuah bilik pengujian asam nukleat, yang dialihfungsikan menjadi pos diagnosis dan perawatan demam, baru-baru ini dioperasikan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, dengan satu dokter dan satu perawat.Lebih dari 50 jenis obat untuk mengobati pilek, dahak, dan batuk disiapkan di pos tersebut, menurut Wang Danli, dokter di pos itu."(Fasilitas) ini sangat praktis. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk menemui dokter, menulis resep saya, dan membayar tagihan," kata seorang penduduk setempat bermarga Xu. "Apalagi, obat-obat flu dan penurun demam yang sulit didapat di apotek dapat diperoleh di sini."Xu juga mengungkapkan harapannya agar lebih banyak titik layanan praktis sejenis dapat didirikan, yang dapat sangat mengurangi kecemasan warga tentang perawatan medis dan pengobatan.Beberapa distrik di Shenzhen, Provinsi Guangdong, juga mengubah bilik pengujian mereka menjadi ruang konsultasi yang dapat menerima pasien demam dan meresepkan obat-obatan dasar, menurut para pejabat dan penduduk.Di Distrik Futian, 53 bilik telah dioperasikan sebagai ruang konsultasi demam, menurut biro kesehatan distrik itu. Sementara di Distrik Bao'an, 66 puskesmas telah terlibat dalam proyek serupa untuk memakai kembali bilik pengujian yang tidak digunakan.Ruang konsultasi seluas 4 meter persegi ini dapat menampung satu dokter dan satu pasien sekali waktu serta dilengkapi dengan peralatan disinfeksi dan sistem ventilasi. Lokasinya yang strategis memudahkan warga yang menderita demam untuk berobat, ujar Chen Biqin, direktur salah satu puskesmas di Futian.Banyak bilik pengujian asam nukleat menjadi tidak terpakai setelah China mengurangi pengujian wajib. Selain ruang konsultasi, beberapa bilik juga telah dialihfungsikan menjadi ruang vaksinasi, menurut perusahaan yang menyuplai bilik tersebut di Shenzhen.Menghadapi gelombang pasien demam dalam beberapa hari terakhir, banyak kota di China bergegas membuka lebih banyak klinik demam dan menstok obat-obatan. Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, telah meningkatkan jumlah klinik demam di rumah-rumah sakitnya dari semula 114 menjadi 199, karena para ahli memperkirakan wabah COVID-19 di kota itu akan memuncak pada awal Januari.Pekan lalu, sebuah klinik demam sementara dengan empat ruang konsultasi mulai dioperasikan di Gimnasium Guang'an di Distrik Xicheng, Beijing. Klinik tersebut dilengkapi dengan apotek sementara dan gudang obat, menyediakan obat-obatan dan bahan antipiretik yang memadai.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga keturunan Asia di California khawatir jadi korban kekerasan bersenjata
Indonesia
•
09 Feb 2023

Pakar: AS abaikan ‘Long COVID’ yang lumpuhkan kehidupan masyarakat
Indonesia
•
21 Sep 2022

Angka kesuburan total Korea Selatan capai level tertinggi dalam 4 tahun pada 2025
Indonesia
•
26 Feb 2026

PBB: Krisis kemanusiaan di Gaza berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya
Indonesia
•
26 Oct 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
