
Perusahaan China luncurkan ‘bogie’ untuk kereta peluru berkecepatan 400 km/jam

Foto dari udara yang diabadikan pada 9 Januari 2024 ini menunjukkan kereta cepat yang beroperasi di Kota Chaohu, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Ma Fengcheng)
Bogie kereta jenis baru yang diluncurkan oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), dapat digunakan oleh kereta cepat yang melaju hingga kecepatan 400 kilometer per jam, membuatnya operasional kereta lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.
Changchun, China (Xinhua/Indonesia Window) – Anak perusahaan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), produsen kereta terkemuka di China, pada Rabu (17/7) meluncurkan bogie (sasis atau kerangka yang membentuk set roda dengan gandar) kereta jenis baru yang dapat digunakan oleh kereta cepat yang melaju hingga kecepatan 400 kilometer per jam.Dibandingkan dengan bogie standar yang dipasang di luar, bobot bogie baru yang terpasang di dalam (built-in) ini 20 persen lebih ringan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi energi operasional kereta sebesar 15 persen dan keausan rel roda sekitar 30 persen, serta menurunkan biaya pemeliharaan rel kereta dan bogie sebesar 15 persen sepanjang masa pakainya. Inovasi ini akan membuat model kereta electric multiple unit (EMU) lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi, demikian disampaikan CRRC Changchun Railway Vehicles Co., Ltd., produsen bogie tersebut.Bogie kereta merupakan bagian penting dari kereta. Bogie menopang massa kendaraan, menggunakan roda untuk memandunya di sepanjang rel, dan memberikan bantalan terhadap guncangan yang ditransmisikan dari rel selama pergerakan kereta.Dengan kecepatan yang dirancang mencapai 400 kilometer per jam, bogie baru ini dapat beroperasi pada kecepatan maksimum 600 kilometer per jam, menurut sebuah model perangkat uji, imbuh perusahaan itu."Bogie adalah salah satu teknologi utama yang dibutuhkan agar kereta cepat dapat melaju dengan cepat. Ini seperti 'kaki' mereka," kata Zhou Dianmai, seorang insinyur senior di perusahaan tersebut. "Kereta yang dilengkapi dengan bogie baru ini dapat melaju lebih cepat, lebih stabil, dan lebih senyap."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Rusia ramalkan puing ruang angkasa 100 tahun ke depan
Indonesia
•
09 Sep 2020

Studi: Kebocoran nuklir Fukushima pengaruhi seluruh Samudra Pasifik selama 10 tahun
Indonesia
•
02 Dec 2021

Peneliti China usulkan potensi penerapan probiotik dalam perawatan kesehatan
Indonesia
•
24 Nov 2023

China akan percepat pembangunan sistem pemantauan lingkungan hidup modern
Indonesia
•
08 May 2024


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

Atasi tantangan daya tahan, ilmuwan di China lengkapi ‘drone’ dengan ‘jantung hidrogen’
Indonesia
•
12 May 2026

Sampel Chang'e-6 ungkap rahasia tumbukan asteroid di sistem Bumi-Bulan
Indonesia
•
12 May 2026
