Peneliti China usulkan potensi penerapan probiotik dalam perawatan kesehatan

Ilustrasi. Probiotik, prebiotik, dan postbiotik dapat mencegah maupun mengobati berbagai penyakit, tetapi saat ini ketiga zat tersebut hanya dapat digunakan sebagai suplemen makanan, bukan sebagai obat. (Daily Nouri on Unsplash)
Penerapan probiotik, prebiotik, dan postbiotik dapat mencegah maupun mengobati berbagai penyakit, tetapi saat ini ketiga zat tersebut hanya dapat digunakan sebagai suplemen makanan, bukan sebagai obat.
Lanzhou, China (Xinhua) – Tim peneliti China mengusulkan potensi penerapan probiotik dalam perawatan kesehatan, merilis penelitian mereka dalam sebuah tinjauan sistematis mekanisme, demikian menurut Universitas Lanzhou.Studi tersebut menyoroti penerapan probiotik, prebiotik, dan postbiotik dalam pengobatan penyakit, serta membuka batasan baru dalam penelitian probiotik, kata universitas itu.Mikrobiota usus tersebut dan homeostasisnya memainkan peran penting dalam kesehatan manusia. Obat-obatan yang ada saat ini dapat meredakan gejala beberapa penyakit yang berkaitan dengan mikrobiota usus, tetapi tidak mampu mengatasi akar permasalahan atau bahkan efek samping utamanya, papar Li Xiangkai, seorang profesor di Fakultas Ilmu Hayati Universitas Lanzhou.Semakin banyak studi klinis dan bukti yang menunjukkan bahwa probiotik, prebiotik, dan postbiotik dapat mencegah maupun mengobati berbagai penyakit, tetapi saat ini ketiga zat tersebut hanya dapat digunakan sebagai suplemen makanan, bukan sebagai obat, kata Li.Tim peneliti dari Universitas Lanzhou, Universitas Shandong, dan Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China bekerja sama untuk melakukan penelitian dengan menganalisis pentingnya mikrobiota usus tersebut dalam kesehatan manusia dan permasalahan yang dihadapi oleh obat-obatan yang ada.Mereka secara sistematis merangkum efektivitas serta mekanisme probiotik, prebiotik, dan postbiotik dalam menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit.Tim peneliti juga menganalisis tantangan dan prospek penerapan klinis tersebut dalam menjaga kesehatan serta meringankan dan mengobati penyakit, sekaligus mengusulkan konsep ‘probacine’ untuk penelitian lebih lanjut.Hasil studi tersebut dipublikasikan di jurnal MedComm.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan usulkan model baru untuk dukung simulasi siklus karbon global
Indonesia
•
20 Oct 2025

China tingkatkan optimalisasi gabungan wahana antariksa kargo dan roket untuk suplai stasiun luar angkasa murah
Indonesia
•
16 Nov 2024

COVID-19 – Rusia kembangkan 28 varian vaksin
Indonesia
•
18 Jul 2020

Web3 dan metaverse hadir di pameran teknologi dunia 2023 di Las Vegas
Indonesia
•
07 Jan 2023
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
