
CDC: Subvarian baru Omicron menyebar cepat di AS

Tenaga kesehatan memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada warga lokal di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 17 Desember 2022. (Xinhua)
Subvarian Omicron XBB.1.5 diperkirakan mencakup lebih dari 70 persen dari total kasus penyakit virus itu di beberapa wilayah barat laut Amerika Serikat, tunjuk data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Subvarian baru Omicron XBB.1.5 menyebar dengan cepat di Amerika Serikat (AS), dan diperkirakan menyumbang hampir 30 persen dari jumlah kasus COVID-19 di negara itu pada pekan yang berakhir 7 Januari, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.XBB.1.5 diperkirakan mencakup lebih dari 70 persen total kasus penyakit virus itu di beberapa wilayah barat laut AS, tunjuk data CDC AS.XBB.1.5 mencakup 27,6 persen dari total kasus pada pekan yang berakhir 7 Januari, naik dari 18,3 persen yang tercatat pada pekan sebelumnya, dan 11,5 persen pada dua pekan sebelumnya, menurut CDC AS.Varian XBB telah membuat jumlah kasus di beberapa wilayah Asia meningkat, menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat penularannya yang tinggi.
Seorang warga menerima satu dosis vaksin COVID-19 hirup di lokasi vaksinasi di Distrik Haidian, Beijing, ibu kota China, pada 21 Desember 2022. (Xinhua/Ren Chao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji 1445 – Khotbah Arafah oleh Syekh Maher Al Muaiqly soroti penderitaan Muslim di Palestina
Indonesia
•
16 Jun 2024

Kanada terima jumlah imigran terbesar sepanjang sejarah pada 2022
Indonesia
•
04 Jan 2023

Pekerja migran tak wajib punya asuransi Covid untuk masuk Taiwan
Indonesia
•
26 Jul 2022

Mungkinkah Rohingya kembali ke kampung halaman mereka?
Indonesia
•
10 Sep 2019


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
