
Che hun tiau a hien tawarkan sensasi segar khas Pontianak yang ‘bikin nagih’ di siang terik

Che hun tiau. minuman khas Pontianak (Indonesia Window)
Che hun tiau racikan A Hien memadukan ketan hitam, kacang merah, cincau, dan bongko yang direndam santan gurih. Teksturnya berlapis-lapis, rasanya unik, ada manis, gurih, dan dingin yang langsung mengalir di tenggorokan.
Pontianak, Kalimantan Barat (Indonesia Window) – Pontianak, kota yang dijuluki Bumi Khatulistiwa, memang dikenal panas menyengat hampir sepanjang tahun. Tapi justru dari teriknya cuaca, lahirlah satu minuman legendaris yang jadi penawar dahaga, namanya che hun tiau.Bagi warga lokal hingga wisatawan dari Jawa, nama Kedai A Hien di Jalan WR Supratman, Kota Pontianak, sudah jadi ikon kuliner yang wajib disinggahi. Dengan harga hanya 13.000 hingga 15.000 rupiah per porsi, semangkuk che hun tiau dingin bisa bikin siapa pun lupa akan teriknya matahari.
Pengunjung memadati kedai che hun tiau A Hien di Jalan WR Supratman, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/9/2025). (Indonesia Window)
Choi pan, kudapan khas <a href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22012/4/10540044_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf">etnis Tionghoa</a>, telah melebur dalam budaya Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat. (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Film Jejak Khilafah berperspektif sejarah sesuai kebijakan pemerintah
Indonesia
•
21 Aug 2020

Kalangan guru di Singapura masuk dalam daftar pengguna AI paling aktif di bidang pendidikan
Indonesia
•
08 Oct 2025

Meriahkan Piala Dunia 2026, turnamen sepak bola Liga Akamsi digelar di Tambora, Jakarta
Indonesia
•
22 Jun 2026

Studi temukan kontaminasi nitrat signifikan pada sumber air minum di pedesaan Selandia Baru
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
