
Kejahatan bermotif kebencian di AS meningkat pada H1 2022

Orang-orang berkumpul untuk menggelar aksi unjuk rasa menentang kejahatan bermotif kebencian anti-Asia di Millbrae, California, Amerika Serikat, pada 17 April 2021. (Xinhua/Li Jianguo)
Kejahatan bermotif kebencian di AS mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh berbagai faktor mulai dari lonjakan sentimen anti-Asia selama pandemik COVID-19 hingga kebencian antikulit hitam.
Jakarta (Indonesia Window) – Kejahatan bermotif kebencian (hate crime) di kota-kota besar Amerika Serikat (AS) meningkat secara moderat selama paruh pertama (H1) 2022 setelah mencatat peningkatan persentase dua digit selama dua tahun terakhir, menurut data kepolisian yang dikumpulkan oleh Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme (Center for the Study of Hate and Extremism) AS.Data yang dikumpulkan dari 15 departemen kepolisian di kota-kota besar menunjukkan peningkatan rata-rata sekitar 5 persen dalam insiden bermotif bias sepanjang tahun ini, menurut sebuah laporan baru oleh pusat penelitian ekstremisme di California State University di San Bernardino. Data itu menunjukkan 15 kota tersebut memiliki populasi gabungan 25,5 juta penduduk.Sebagai perbandingan, sampel data yang lebih besar dari 52 kota besar yang dikumpulkan oleh pusat tersebut menunjukkan bahwa kejahatan bermotif kebencian di Amerika Serikat melonjak hampir 30 persen pada 2021, menurut laporan itu.Kejahatan bermotif kebencian di AS mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh berbagai faktor mulai dari lonjakan sentimen anti-Asia selama pandemik COVID-19 hingga kebencian antikulit hitam sebagai reaksi terhadap protes menuntut keadilan rasial yang pecah di seluruh Amerika pada 2020 setelah pembunuhan seorang warga Afrika-Amerika George Floyd saat berada dalam penahanan polisi, kata BreakingNewsTexas.com dalam laporan datanya."Terdapat sedikit perlambatan yang terjadi, tetapi peristiwa-peristiwa (semacam itu) tidak terbatas pada satu tahun, kejadian itu bisa menjadi tren selama bertahun-tahun," ujar Brian Levin, direktur eksekutif Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme AS, seperti dikutip dalam pernyataannya.Menurut FBI (The Federal Bureau of Investigation) atau Biro Investigasi Federal, kejahatan kebencian didefinisikan oleh sebagai “pelanggaran kriminal terhadap seseorang atau properti yang dimotivasi secara keseluruhan atau sebagian oleh bias pelaku terhadap ras, agama, kecacatan, orientasi seksual, etnis, jenis kelamin, atau identitas gender.”Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi larang warganya bekerja di bawah matahari mulai 15 Juni
Indonesia
•
12 Jun 2022

Pers dan medsos, alternatif kekuatan untuk tekan Israel
Indonesia
•
25 Jun 2020

Korban tewas akibat banjir bandang di Spanyol bertambah jadi sedikitnya 158 orang
Indonesia
•
03 Nov 2024

Haji 1444H – Arab Saudi kerahkan 14.000 petugas, 8.000 sukarelawan untuk layani jamaah
Indonesia
•
06 Jun 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
