
China berhasil ekstraksi lithium dari danau garam

Foto dari udara yang diabadikan pada 22 April 2024 ini menunjukkan pemandangan Danau Xi Taijnar di Prefektur Otonom Etnis Mongolia dan Tibet Haixi, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Zhang Long)
Teknologi ekstraksi lithium dari air asin danau garam akan mendukung lini produksi berkapasitas 20.000 ton pertama di dunia.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China berhasil mencapai terobosan industrial besar dalam ekstraksi lithium, logam penting untuk baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dengan meluncurkan lini produksi berkapasitas 20.000 ton pertama di dunia yang menggunakan teknologi baru untuk mengekstraksi lithium dari air asin danau garam.
Fasilitas tersebut, yang dibangun oleh Qinghai CITIC Guoan Technology Development Co., Ltd. di Provinsi Qinghai, China barat laut, telah mulai beroperasi dengan kapasitas target, seperti dilaporkan oleh People's Daily pada Kamis (22/1).
Keberhasilan pengoperasian lini produksi ini akan secara signifikan meningkatkan tingkat pemanfaatan komprehensif sumber daya lithium danau garam di China dan memperpanjang masa pengembangannya yang layak.
Laporan tersebut menyatakan hal ini menyediakan model yang krusial bagi peningkatan industri menuju pengoperasian yang lebih ramah lingkungan, lebih pintar, dan berskala lebih besar.
Lithium, yang sering disebut ‘emas putih’, merupakan komponen fundamental untuk baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang, yang menyediakan daya bagi EV, produk elektronik konsumen, dan sistem penyimpanan energi skala besar.
Terobosan ini dianggap sebagai langkah penting dalam membangun rantai pasokan lithium yang lebih mandiri dan aman bagi China, yang menjadi fondasi keamanan strategis sektor energi baru yang sedang berkembang pesat di negara tersebut, papar laporan itu.
Teknologi intinya, sebuah proses eksklusif dengan beberapa paten, meningkatkan tingkat pemulihan lithium dari tahap pengolahan garam menjadi lebih dari 78 persen, sementara rata-rata industri masih di bawah 50 persen. Selain itu, tingkat pemulihan lithium secara keseluruhan di seluruh fasilitas produksi melonjak dari 75,38 persen menjadi 90,41 persen, menurut laporan tersebut.
Lini produksi baru ini mewakili kemajuan signifikan dalam pengolahan lithium dari danau garam, jenis sumber daya yang melimpah di China namun secara historis sulit dieksploitasi secara efisien karena tingkat kerugian yang tinggi akibat proses penguapan tradisional di kolam garam.
Selain meningkatkan hasil produksi, metode baru ini juga secara signifikan memperpendek siklus produksi rata-rata untuk karbonat lithium berkualitas baterai dan secara drastis mengurangi hilangnya lithium dibandingkan dengan proses penguapan tradisional.
Teknik ini juga memastikan pemanfaatan menyeluruh sumber-sumber daya terkait seperti kalium dan boron tetap tidak terpengaruh, sehingga mendorong sinergi antara efisiensi sumber daya, manfaat ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan, menurut laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China ungkap informasi genetik kukang kerdil di dunia
Indonesia
•
20 Oct 2022

Suhu di Rusia -21 derajat Celsius, pecahkan rekor tahun 1893
Indonesia
•
07 Dec 2021

Beijing rampungkan perdagangan karbon berbasis hidrogen pertama pada September 2023
Indonesia
•
08 Aug 2023

Tiga astronaut Shenzhou-19 masuki stasiun luar angkasa
Indonesia
•
31 Oct 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
