China-Rusia berjanji tingkatkan hubungan dan kerja sama SCO

Anggota Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Qin Gang (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela-sela pertemuan menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) di Goa, India, pada 4 Mei 2023. (Xinhua/Javed Dar)
China dan Rusia sepakat mengembangkan lebih lanjut hubungan bilateral dan membangun Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menjadi sebuah platform untuk kerja sama yang saling menguntungkan.
Goa, India (Xinhua) – China dan Rusia sepakat mengembangkan lebih lanjut hubungan bilateral dan membangun Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menjadi sebuah platform untuk kerja sama yang saling menguntungkan.Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov Kamis (4/5) di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri SCO, Anggota Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Qin Gang mengatakan bahwa China siap bergandengan tangan dengan Rusia untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai antara kepala negara kedua negara dan memperkuat komunikasi strategis.Kedua negara sering melakukan pertukaran di semua tingkatan dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang, kata Qin.Lavrov mengatakan bahwa kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Rusia pada Maret lalu memberikan dorongan besar bagi perkembangan hubungan bilateral. Rusia bersedia untuk bersama-sama mendorong kerja sama dengan China di berbagai bidang dan meningkatkan hubungan bilateral ke jenjang yang lebih tinggi.Kedua pihak sepakat untuk merencanakan dan mengatur pertukaran tingkat tinggi dan pertukaran di berbagai tingkatan, meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, memperdalam pertukaran budaya dan antarmasyarakat, serta memfasilitasi pertukaran personel.Kedua pihak berjanji meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara anggota SCO lainnya, dan menjaga solidaritas dan kerja sama SCO guna membangun SCO menjadi sebuah platform kerja sama yang saling menguntungkan.Kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam BRICS, Kelompok 20 (Group of 20), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kerangka kerja multilateral lainnya, menentang segala bentuk hegemonisme, menjaga kepentingan bersama ekonomi pasar berkembang (emerging) dan negara-negara berkembang, serta menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan internasional.Mereka sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi di kawasan Asia-Pasifik, menentang ‘Perang Dingin’ baru, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.Kedua pihak juga bertukar pandangan tentang krisis Ukraina.China akan terus memfasilitasi pembicaraan untuk perdamaian dan siap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Rusia guna memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian politik dari krisis tersebut, ujar Qin.Lavrov mengatakan pihak Rusia mementingkan pernyataan posisi China tentang penyelesaian politik krisis Ukraina, setuju dengan posisi berprinsip China dan siap untuk mempertahankan komunikasi yang erat dengan China secara terbuka.Kedua pihak juga bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional lainnya yang menjadi perhatian bersama.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Majelis Umum PBB sahkan resolusi serukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza
Indonesia
•
29 Oct 2023

AS veto permintaan Palestina untuk jadi anggota penuh PBB di Dewan Keamanan
Indonesia
•
19 Apr 2024

Harga bensin di Jerman capai rekor tertinggi baru
Indonesia
•
09 Mar 2022

Rusia akan siapkan kebijakan respons terhadap keanggotaan Swedia di NATO
Indonesia
•
29 Feb 2024
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026
