
Parlemen AS perkenalkan UU untuk batasi akses Huawei China ke bank

Foto yang diabadikan pada 22 Juni 2022 ini menunjukkan suasana upacara peluncuran pusat pengalaman teknologi milik raksasa teknologi China Huawei yang terbesar di luar China di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Haizhou)
China Huawei Technologies Ltd. dan perusahaan 5G China terkena sanksi dari Parlemen AS melalui RUU bipartisan yang membatasi mereka untuk mengakses bank-bank AS, menyusul tuduhan spionase ekonomi terhadap AS.
Jakarta (Indonesia Window) – Parlemen AS telah memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) bipartisan untuk memberi sanksi kepada perusahaan teknologi China Huawei Technologies Ltd. dan perusahaan 5G China, dengan membatasi mereka untuk mengakses bank-bank AS.RUU tersebut, yang diperkenalkan oleh senator Republik Tom Cotton dan didukung oleh anggota parlemen seperti pemimpin mayoritas senat Chuck Schumer, seorang Demokrat, berusaha untuk "memberikan sanksi berat" kepada Huawei, dan produsen 5G China lainnya yang "tidak dapat dipercaya" yang menurut mereka terlibat dalam spionase ekonomi terhadap AS.RUU itu akan menambahkan entitas-entitas ini ke dalam Daftar Warga Negara yang Ditunjuk Khusus (Specially Designated Nationals/SDN) Departemen Keuangan, yang secara efektif dibekukan dari sistem keuangan AS.Huawei tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.Para anggota parlemen telah mencoba mengekang akses Huawei ke bank-bank AS di masa lalu, dengan mengusulkan undang-undang serupa pada tahun 2020 ketika Presiden Donald Trump masih menjabat.“Kami telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir di dalam dan luar negeri dalam memerangi upaya jahat Huawei untuk mendominasi 5G dan mencuri data orang Amerika,” kata Cotton dalam sebuah pernyataan pada Selasa (13/12).“Kami tidak dapat mengizinkan Huawei dan Partai Komunis China untuk memiliki akses ke data pribadi orang Amerika dan sistem pertahanan paling sensitif negara kami,” tambahnya.Pada bulan Oktober, jaksa AS mendakwa dua pejabat intelijen China karena mencoba merusak penyelidikan terhadap Huawei. Kedua warga negara China itu telah berusaha merekrut seorang agen penegak hukum AS untuk bekerja sebagai mata-mata mereka, tetapi perekrutan tersebut sebenarnya bekerja sebagai agen untuk Amerika Serikat, kata jaksa penuntut.Bulan lalu, Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat mengadopsi aturan yang melarang peralatan telekomunikasi baru dari Huawei.Sumber: Reuters; Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Gunung berapi Jepang muntahkan gumpalan abu, masyarakat diperingatkan
Indonesia
•
21 Oct 2021

Arab Saudi tuntut penarikan pasukan UEA dari Yaman menyusul serangan udara di Pelabuhan Mukalla
Indonesia
•
31 Dec 2025

Media sebut Biden perintahkan peledakan pipa Nord Stream untuk tekan Jerman
Indonesia
•
28 Feb 2023

Uni Eropa raih kesepakatan LNG AS namun tepis permintaan rubel Rusia
Indonesia
•
25 Mar 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
