
China-Indonesia sepakat intensifkan pertukaran tingkat tinggi dan perkuat kerja sama multilateral

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono (kedua dari kiri), dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (kedua dari kanan), pada pernyataan pers bersama dalam 'the 1st Joint Foreign and Defence Ministerial Dialogue (2+2) Between the Republic of Indonesia and the People’s Republic of China', di Beijing, China, pada 21 April 2025. (Kementerian Luar Negeri RI)
Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan China, bekerja sama untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor termasuk sektor energi dan sumber daya mineral, terus meningkatkan level kemitraan strategis komprehensif kedua negara, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif di kawasan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Selasa (26/5) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Sugiono, dan kedua belah pihak sepakat untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat kolaborasi multilateral, serta mendorong pengembangan lebih lanjut hubungan bilateral.
Dalam pertemuan itu, yang berlangsung di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai penegakan tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penguatan sistem internasional yang berpusat pada PBB, Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), mengatakan bahwa sebagai perwakilan emerging economy dan negara berkembang utama, China dan Indonesia memiliki kewajiban sekaligus kebutuhan untuk memperkuat kerja sama, bersama-sama menjaga otoritas dan status PBB, menyuntikkan stabilitas ke dunia yang dipenuhi perubahan dan gejolak, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menghadapi tantangan global.
Dengan tujuan membangun komunitas dengan masa depan bersama, China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat perencanaan bersama untuk kerja sama, memperdalam koordinasi multilateral, dan mendorong pengembangan hubungan bilateral yang lebih besar, ujarnya.
Sugiono mengatakan Indonesia sangat memandang penting hubungannya dengan China dan siap memperkuat pertukaran di semua tingkatan, memperdalam kerja sama pragmatis di berbagai bidang, serta bersama-sama melaksanakan konsensus yang telah dicapai mengenai pembangunan maritim.
Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan China, bekerja sama untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor termasuk sektor energi dan sumber daya mineral, terus meningkatkan level kemitraan strategis komprehensif kedua negara, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif di kawasan, ungkapnya.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional, termasuk situasi di Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sebanyak 213 hafiz Indonesia ikut seleksi imam masjid untuk UEA
Indonesia
•
27 Aug 2021

Korban meninggal erupsi Semeru 45 orang
Indonesia
•
10 Dec 2021

Menlu RI desak PBB bertindak tangani konflik Timur Tengah
Indonesia
•
30 Sep 2024

COVID-19 – Taiwan larang pengiriman TKI karena lonjakan kasus
Indonesia
•
01 Dec 2020


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
