
China desak Filipina hentikan pelanggaran dan provokasi maritim

Seorang peneliti melepaskan tali pada kapal selam berawak Shenhai Yongshi (Deep Sea Warrior) dari kapal penelitian ilmiah Tan Suo Yi Hao (Discovery One) untuk melakukan persiapan penyelidikan bawah air di Laut China Selatan pada 26 Mei 2023. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
China melayangkan keberatan serius kepada pihak Filipina atas tindakan kapal-kapal mereka yang memasuki wilayah perairan yang berdekatan dengan Ren'ai Jiao, dan sekali lagi mendesak Filipina untuk menghentikan pelanggaran serta provokasi maritim.
Beijing, China (Xinhua) – China melayangkan keberatan serius kepada pihak Filipina atas tindakan kapal-kapal mereka yang memasuki wilayah perairan yang berdekatan dengan Ren'ai Jiao, dan sekali lagi mendesak Filipina untuk menghentikan pelanggaran serta provokasi maritim, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Selasa (5/3).Mao menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers rutin saat diminta mengomentari insiden tabrakan antara kapal-kapal China dan Filipina di Laut China Selatan.Dikatakan oleh Mao bahwa pada 5 Maret, dua kapal pasokan dan dua kapal Pasukan Penjaga Pantai Filipina, tanpa seizin pemerintah China, masuk ke perairan yang berdekatan dengan Ren'ai Jiao di Nansha Qundao, China, dalam upaya untuk mengirim sejumlah material, termasuk bahan bangunan, ke kapal yang berlabuh secara ilegal di Ren'ai Jiao.Pasukan Penjaga Pantai China mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap kapal-kapal Filipina tersebut sesuai dengan hukum. Tindakan yang diambil di lokasi kejadian bersifat profesional, terkendali, dapat dibenarkan, dan sesuai dengan hukum, tambah Mao."Kementerian Luar Negeri China melayangkan keberatan serius kepada pihak Filipina untuk menyampaikan protes keras kami," ujar Mao.Posisi China dalam isu Ren'ai Jiao konsisten dan jelas, kata Mao, seraya menambahkan bahwa selama beberapa waktu, China dan Filipina telah menjaga komunikasi untuk mengelola situasi di Ren'ai Jiao dengan baik. Filipina sekali lagi melanggar janjinya kepada China dengan melakukan pelanggaran dan provokasi, serta menciptakan masalah di perairan Ren'ai Jiao, yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim China."China sekali lagi mendesak Filipina untuk menghentikan pelanggaran dan provokasi maritim, serta menahan diri untuk tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat memperumit situasi di laut. China akan terus menjaga kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim kami dengan tegas sesuai hukum domestik dan internasional," ujar sang juru bicara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1442 – Kiswah diangkat tanda awal musim haji
Indonesia
•
02 Jul 2021

Pahami peraturan kesopanan Saudi sebelum berkunjung
Indonesia
•
01 Oct 2019

AstraZeneca akan tarik vaksin COVID-19 menyusul adanya efek samping
Indonesia
•
08 May 2024

PBB: Hampir 25 juta orang hadapi kerawanan pangan akut di RD Kongo
Indonesia
•
16 Nov 2025


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
