
COVID-19 – Beijing sediakan vaksin hirup sebagai ‘booster’

Seorang teknisi bekerja selama uji coba proses pengisian dan pengemasan (fill-and-finish) vaksin CanSino di pabrik Solution Biologics di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 September 2021. (Xinhua/Chong Voon Chung)
Vaksin hirup China CanSino Biologics Inc. kini tersedia di Beijing sebagai dosis penguat, bagi mereka yang sebelumnya telah menerima dua suntikan vaksin buatan China yang berbeda.
Jakarta (Indonesia Window) – Ibu kota China, Beijing, menyediakan vaksin COVID-19 yang dapat dihirup sebagai dosis booster (penguat) dalam upaya untuk lebih mendorong masyarakatnya untuk mendapatkan vaksinasi di tengah lonjakan wabah virus corona yang terjadi di seluruh negara itu.Pada pertengahan Oktober, 90 persen orang China telah divaksinasi penuh dan 57 persen telah menerima suntikan booster.Setidaknya 11 distrik di Beijing telah mulai menggunakan vaksin yang dapat dihirup sebagai dosis penguat pekan ini, menurut Global Times.Vaksin hirup berbentuk kabut (mist) yang disedot melalui mulut, ditawarkan sebagai dosis penguat untuk orang yang sebelumnya divaksinasi dengan dua dosis vaksin China yang tidak aktif.Mereka yang sudah mendapatkan tiga suntikan, atau telah disuntik vaksin di luar buatan China seperti Pfizer atau Moderna, tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksin hirup tersebut, menurut Shi Rujing, Direktur kantor imunisasi terencana dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Distrik Haidian, Beijing.Para ilmuwan berharap vaksin hirup CanSino China yang dibuat “tanpa jarum” seperti itu akan membuat vaksinasi lebih mudah diakses di negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh karena lebih mudah diberikan. Mereka juga dapat membujuk orang yang tidak suka disuntik di lengan untuk diinokulasi guna melawan virus corona.China ingin lebih banyak orang mendapatkan suntikan penguat sebelum melonggarkan pembatasan pandemik ketat yang menghambat ekonomi dan semakin tidak sinkron dengan negara-negara lain di dunia.Efektivitas vaksin non-jarum ini belum sepenuhnya dieksplorasi. Regulator China menyetujui vaksin yang dapat dihirup ini pada bulan September, tetapi hanya sebagai suntikan penguat setelah penelitian menunjukkan bahwa itu memicu respons sistem kekebalan pada orang yang sebelumnya telah menerima dua suntikan vaksin China yang berbeda.Vaksin inhalasi ini dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China CanSino Biologics Inc. sebagai versi aerosol dari vaksin adenovirus sekali pakai buatan perusahaan itu, yang menggunakan virus flu yang relatif tidak berbahaya.Saat ini, sekitar selusin vaksin hidung sedang diuji secara global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Sumber: The Associated PressLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Prasasti peradaban Arab kuno ditemukan di seluruh wilayah Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jan 2021

Alam dan manusia buat AS duduki posisi teratas dalam bencana cuaca ekstrem global
Indonesia
•
07 Apr 2023

35 orang tewas dan 43 terluka akibat serangan menabrakkan mobil di pusat olahraga di China selatan
Indonesia
•
15 Nov 2024

Hamas sebut perlintasan Rafah dibuka kembali pekan depan, 200.000 orang kembali ke Gaza utara
Indonesia
•
11 Oct 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
