
Alam dan manusia buat AS duduki posisi teratas dalam bencana cuaca ekstrem global

Foto yang diabadikan pada 4 Oktober 2022 ini menunjukkan dampak Badai Ian di Fort Myers, Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/Rolando Lopez)
Cuaca ekstrem di AS yang dipicu oleh geografi unik menimbulkan ancaman, tetapi manusia justru mengubah ancaman itu menjadi bencana.
New York City, AS (Xinhua) – Geografi merupakan penyebab Amerika Serikat (AS) dilanda cuaca ekstrem yang lebih kuat, lebih merugikan, lebih bervariasi, dan lebih sering terjadi dibandingkan lokasi lainnya di Bumi, demikian dilaporkan oleh The Associated Press (AP) pada Minggu (2/4), mengutip pernyataan beberapa pakar.Dua samudra, Teluk Meksiko, Pegunungan Rocky, semenanjung yang menjorok ke laut seperti Florida, perenggan badai (storm front) yang saling berbenturan, dan arus jet (jet stream) bersatu dan menghasilkan kondisi cuaca yang paling buruk secara alami, menurut sejumlah pakar.Namun, "itu baru sebagian. Alam menghadirkan kondisi yang merugikan bagi AS. Namun, manusia membuatnya jauh lebih buruk dengan apa yang kita bangun, lokasinya, serta cara yang kita gunakan untuk melakukan pembangunan," sebut kantor berita AS itu, seraya menambahkan bahwa cuaca ekstrem yang dipicu oleh geografi unik negara itu menimbulkan ancaman, tetapi manusia justru mengubah ancaman itu menjadi bencana.Lihat saja lokasi berdirinya kota-kota di AS dan seluruh dunia, yaitu di dekat perairan yang mengalami banjir, kecuali mungkin Denver. Semakin banyak manusia berpindah ke area, seperti wilayah Selatan, yang menghadapi lebih banyak ancaman, menurut laporan itu.Sementara itu, standar konstruksi cenderung sangat minim dan peluangnya kecil untuk bertahan dalam menghadapi badai, ujar Walker Ashley, profesor meteorologi di Universitas Northern Illinois, seperti dikutip oleh laporan tersebut.Lebih lanjut, kemiskinan menyulitkan upaya persiapan dan pemulihan dari bencana, terutama di wilayah Selatan, kata Marshall Shepherd, profesor meteorologi di Universitas Georgia, kepada AP. Kerentanan itu merupakan isu yang bahkan lebih besar di wilayah-wilayah lainnya di dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jenazah seluruh 67 korban tabrakan helikopter-pesawat di Washington telah ditemukan
Indonesia
•
06 Feb 2025

Haji 1445 – Sebanyak 1.301 jamaah wafat selama musim haji
Indonesia
•
26 Jun 2024

Warga keturunan Asia di Amerika janji akan perangi diskriminasi dan kebencian di AS
Indonesia
•
29 Feb 2024

Opini – Agama dan iman pertahankan kesehatan mental mahasiswa doktoral di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
