
COVID-19 – Kanada setujui vaksin ‘booster’ bivalen kedua yang targetkan Omicron

Tenaga kesehatan menyuntikkan satu dosis vaksin COVID-19 kepada seorang penerima vaksin di sebuah klinik vaksinasi di Toronto, Kanada, pada 4 April 2022. (Xinhua/Zou Zheng)
Vaksin Moderna Spikevax yang menargetkan subvarian Omicron BA.4/BA.5 telah mendapatkan izin penggunaan sebagai dosis penguat (booster) pada individu berusia 18 tahun atau lebih, di Kanada.
Ottawa, Kanada (Xinhua) – Health Canada pada Kamis (3/11) menyetujui penggunaan sebuah versi adaptasi dari vaksin COVID-19 Moderna Spikevax yang menargetkan subvarian Omicron BA.4/BA.5.Health Canada menyetujui vaksin bivalen itu untuk digunakan sebagai dosis penguat (booster) pada individu berusia 18 tahun atau lebih, dengan mengatakan bahwa hasil uji klinis menunjukkan vaksin tersebut memicu respons imun yang kuat terhadap Omicron (BA.4/BA.5) dan galur (strain) virus SARS-CoV-2 orisinal.Vaksin yang diadaptasi itu memiliki profil keamanan serupa dengan vaksin booster Moderna Spikevax yang sebelumnya telah disetujui penggunaannya, dengan reaksi merugikan ringan yang sama yang dapat ditangani dengan cepat, kata Health Canada.Menjaga agar upaya vaksinasi COVID-19 tetap mengikuti perkembangan terbaru, termasuk menerima suntikan vaksin booster seperti yang direkomendasikan, akan membantu melindungi seseorang dari penyakit serius dan komplikasi lain dari infeksi COVID-19, menurut Health Canada.Jumlah kasus infeksi dan kematian COVID-19 di Kanada masing-masing mencapai 4.336.860 dan 46.389, menurut data terbaru mingguan yang dirilis oleh Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (Public Health Agency of Canada/PHAC) pekan lalu.Menurut badan tersebut, jumlah kumulatif warga yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 di Kanada hingga 9 Oktober adalah 83 persen. Namun, warga yang dalam 6 bulan terakhir telah melengkapi vaksinasi seri primer atau menerima suntikan booster dengan vaksin COVID-19 di Kanada hingga 9 Oktober hanya 17,2 persen.Booster bivalen
Pada 7 Oktober lalu, Health Canada memberikan izin untuk vaksin COVID-19 bivalen kedua yang merupakan versi baru dari Pfizer-BioNTech Comirnaty sebagai penguat, untuk menargetkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pada individu berusia 12 tahun ke atas.Vaksin booster ini diharapkan dapat memicu respons kekebalan yang kuat terhadap galur (strain) awal SARS-CoV-2 maupun subvarian Omicron BA.4/BA.5, ujar Health Canada. Mereka menambahkan bahwa vaksin booster tersebut diharapkan memiliki profil keamanan yang sama dengan versi awal vaksin Pfizer-BioNTech Comirnaty, dengan efek samping yang sebagian besar ringan.Menurut Health Canada, semua vaksin mRNA COVID-19 yang mengantongi izin untuk digunakan di Kanada masih sangat efektif dalam mencegah kasus sakit parah, rawat inap, dan kematian akibat COVID-19.Health Canada memberlakukan syarat dan ketentuan dalam pemberian izin ini, yang mewajibkan Pfizer-BioNTech untuk terus memberikan informasi kepada Health Canada tentang keamanan dan kemanjuran vaksin bivalen BA.4/BA.5 guna mendeteksi sinyal-sinyal keamanan baru potensial.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO: 10 negara bebas malaria
Indonesia
•
01 Dec 2020

Hormon kebahagiaan dalam tajwid
Indonesia
•
07 Nov 2022

Menteri Energi Saudi tegaskan komitmen Kerajaan untuk patuhi komitmen nol karbon
Indonesia
•
01 Nov 2022

Kasus flu di Jepang naik ke tingkat peringatan dengan laju tercepat dalam 10 tahun
Indonesia
•
18 Dec 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
