
Laporan: Disinformasi COVID-19 berkontribusi pada 2.800 kematian di Kanada

Seorang pasien dibawa ke sebuah rumah sakit di Toronto, Kanada, pada 21 Maret 2022. (Xinhua/Zou Zheng)
Dampak disinformasi COVID-19 di Kanada bersifat konservatif karena tidak mencakup biaya kesehatan langsung lainnya, seperti kompensasi dokter, serta efek riak di masyarakat, termasuk tekanan yang dialami sistem perawatan kesehatan Kanada, peluang munculnya varian baru, serta memperlambat pemulihan ekonomi.
Ottawa, Kanada (Xinhua) – Penyebaran disinformasi COVID-19 menelan sedikitnya 2.800 nyawa di Kanada selama sembilan bulan pandemik, menurut sebuah laporan baru pada Kamis (26/1).Laporan tersebut dirilis oleh Dewan Akademi Kanada (Council of Canadian Academies/CCA) yang menyusun sebuah model ekonomi kuantitatif guna memberikan perkiraan biaya perawatan kesehatan langsung dari sikap keragu-raguan terhadap vaksin COVID-19 antara 1 Maret hingga 30 November 2021.Menurut laporan itu, jika mereka yang percaya COVID-19 adalah sebuah hoaks menerima vaksinasi ketika mereka memenuhi syarat, tambahan 2,3 juta lebih orang di Kanada akan divaksinasi, menghasilkan sekitar 198.000 lebih sedikit kasus infeksi, 13.000 lebih sedikit rawat inap, dan 2.800 lebih sedikit kematian akibat COVID-19.Biaya rawat inap, termasuk kunjungan di unit perawatan intensif (ICU) terkait kasus tersebut, secara konservatif diperkirakan mencapai 300 juta dolar Kanada, tunjuk laporan itu.Perkiraan model dari dampak disinformasi COVID-19 di Kanada bersifat konservatif karena tidak mencakup biaya kesehatan langsung lainnya, seperti kompensasi dokter, serta efek riak di masyarakat, termasuk tekanan yang dialami sistem perawatan kesehatan Kanada, peluang munculnya varian baru, serta memperlambat pemulihan ekonomi, menurut laporan tersebut.Selain itu, dampak COVID-19 dialami secara tidak merata di seluruh masyarakat dan di antara kelompok yang berbeda, memperkuat ketidaksetaraan dan perpecahan yang telah berlangsung lama, kata CCA.*1 dolar Kanada = 11.227 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran akan dikeluarkan dari badan perempuan PBB
Indonesia
•
14 Dec 2022

‘Pengungsi TikTok’ AS betah di RedNote, jaga jembatan pertukaran tetap terhubung
Indonesia
•
23 Feb 2025

Populasi Taiwan turun selama 21 bulan berturut-turut
Indonesia
•
11 Oct 2025

COVID-19 - Masker kesehatan harus lebih sering diganti dalam cuaca panas
Indonesia
•
05 Aug 2020


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
